Ahli hukum administrasi negara yang dihadirkan jaksa dalam persidangan menyebutkan ini secara terang benderang yakni conflict of interest. Konflik kepentingan dalam kasta tertinggi penyalahgunaan.
Catatan Ketiga: You Must Trust the Giant
Baca Juga:
B50 Solusi Krisis Energi, ALPERKLINAS: Pasokan Tenaga Listrik Lebih Terjamin
Ada satu kalimat dalam persidangan ini yang menurut saya merangkum segalanya. Sebelum pengadaan Chromebook dimulai, konsultan teknologi yang direkrut Nadiem sendiri bernama Ibrahim Arif yang dikenal sebagai Ibam, sudah menyampaikan laporan yang serius.
Chromebook tidak compatible dengan aplikasi Dapodik yang sudah berjalan di sekolah-sekolah, tidak cocok untuk daerah 3T karena bergantung pada koneksi internet.
Dan yang paling penting, sistem Chrome OS pernah gagal di pengadaan Kemendikbud tahun 2018, satu tahun sebelum Nadiem menjabat.
Baca Juga:
Riset Bongkar Kebiasaan Baru Konsumen RI, Telat Balas Chat Bisa Kehilangan Pembeli
Itu bukan gosip, itu laporan dari konsultan yang ia tunjuk sendiri. Bagaimana jawaban Nadiem? Menurut keterangan yang terungkap di persidangan, dia menjawab, You must trust the giant. Kamu harus percaya si raksasa, begitu maksudnya. Artinya apa? Ikuti saja, terus pakai Chrome OS milik Google.
Itu bukan soal salah memilih teknologi karena tidak tahu. Ini soal seseorang yang sudah tahu ada masalah, sudah diberi tahu oleh konsultannya sendiri, dan tetap memilih melanjutkannya.
Jaksa menilai kalimat itu sebagai bukti kesengajaan, bahwa Nadiem sadar betul dengan apa yang ia putuskan dan mengapa ia memutuskannya. Dari sana, prosesnya berlanjut.