Jadi, ratusan milar dibelanjakan untuk perangkat yang tidak terpakai di daerah yang justru paling membutuhkan bantuan.
Catatan Kedua: Konflik Kepentingan Apa yang Menjadi Jantung Perkara Ini?
Baca Juga:
B50 Solusi Krisis Energi, ALPERKLINAS: Pasokan Tenaga Listrik Lebih Terjamin
Inilah yang menurut saya paling penting untuk kita pahami bersama. Saya coba membuka, membaca dengan seksama 1.567 halaman tuntutan jaksa itu.
Nadiem Makarim adalah pemilik saham pendiri PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (PT AKAB) induknya Gojek.
Google Asia Pasifik adalah salah satu pemegang saham terbesar di perusahaan itu, dan Google adalah pemilik lisensi Chrome OS, yakni sistem operasi di setiap laptop Chromebook yang diadakan Kemendikbud.
Baca Juga:
Riset Bongkar Kebiasaan Baru Konsumen RI, Telat Balas Chat Bisa Kehilangan Pembeli
Jadi garis besarnya, seorang menteri mendorong pengadaan produk milik Google menggunakan uang negara lebih dari Rp1 triliun, sementara Google di saat yang bersamaan terus mengalirkan investasi ke perusahaannya sendiri.
Total investasi Google ke PT AKAB selama Nadiem menjabat menteri dihitung jaksa mencapai sekitar 786 miar US dolar.
Dan meskipun secara formal Nadiem melepaskan perannya via surat kuasa, saksi-saksi dari pihak Gojek sendiri mengakui di persidangan bahwa setiap keputusan besar tentang investor baru tetap dilaporkan kepada Nadiem untuk disetujui atau ditolak.