Tuntutan Cooper tidak lain adalah uang tunai sebanyak $200.000 U.S. Dollar, atau setara dengan $1,3 Juta U.S. Dollar jika disamakan dengan kurs Dollar di tahun 2021, dan juga empat pasang parasut, yaitu dua set parasut depan dan dua set parasut belakang.
Schaffner pun menyampaikan tuntutan Cooper kepada awak Kokpit dan Kapten Scott pun langsung menghubungi kantor Northwest Orient di Seattle untuk menyampaikan tuntutan Dan Cooper atau yang kelak akan lebih dikenal sebagai D.B. Cooper.
Baca Juga:
Wanita 70 Tahun Bisa Melahirkan, Inilah Sederet Kisah Kehamilan di Usia Tua
Lantas awak Kokpit pun meminta Schaffner untuk tetap di Kokpit, sedangkan pramugari Tina Mucklow lah yang menggantikan posisi Schaffner yang duduk disamping kursi D.B. Cooper guna menyampaikan pesan dari awak Kokpit kepada Cooper.
Awak Kokpit memberitahu Cooper bahwa pihak Northwest Orient membutuhkan waktu setidaknya 2 jam untuk memenuhi tuntutan Cooper dan Cooper pun setuju dengan waktu 2 jam guna memenuhi tuntutannya.
Lantas pesawat Boeing 727-51 Northwest Orient dengan nomor Penerbangan 305 yang telah memasuki wilayah udara Seattle pun harus berputar-putar di atas Kota Seattle selama dua jam, sambil menunggu pihak maskapai dan juga polisi setempat untuk memenuhi tuntutan D.B. Cooper tersebut.
Baca Juga:
Instagram Rajai Daftar Aplikasi Terpopuler di Dunia, Ini 10 Besar Lainnya
Sedangkan guna menghindari kepanikan para penumpang lainnya, Awak Kokpit pun mengumumkan kepada para penumpang Penerbangan 305 tersebut jika terjadi kendala pada teknis pesawat yang menyebabkan pesawat akan kesulitan untuk mendarat dan harus berputar-putar di atas kota Seattle terlebih dahulu untuk sementara waktu, sambil menunggu perbaikan kendala teknis tersebut.
Berdasarkan penuturan Tina Mucklow, selama pesawat berputar-putar di atas kota Seattle sambil menunggu terpenuhinya tuntutan D.B. Cooper tersebut, Cooper bersikap sangatlah santai dan tenang dan tidak membuat hal-hal yang bisa memicu kepanikan.
Mucklow bahkan mengatakan jika sambil menunggu pihak maskapai memenuhi tuntutan Cooper, Cooper dengan santai memesan minuman seperti Bourbon dan Soda 7-Up dan sambil merokok, mengingat pada tahun 1971 merokok di dalam pesawat masih diperbolekan.