Pintu yang ditutup karena takut pun didorong MK sampai jebol. Saudara MK, LK, memukul Morita di kamarnya. Keributan reda setelah LK dan MK ditarik keluar oleh pekerja bengkel di sebelah TKP.
Kemudian, pada 17 Desember 2025, kembali terjadi keributan. Peristiwa itu dilapor ke Polres Dairi pada 18 Desember 2025.
Baca Juga:
Bos DP World Mundur Usai Namanya Muncul di Dokumen Epstein
Keributan itu, penganiayaan terhadap Syahdan Sagala dan dua anaknya, Neltya Dwi Putri Sagala dan Sandy Kurniawan Sagala.
Sekitar pukul 15.00 Wib, terlapor TK, MK, PLK dan NPP diduga melakukan penganiayaan secara bersama-sama.
Peristiwa berawal saat warung makan pelapor didatangi pengunjung. Mereka memarkirkan kenderaan. Namun tiba-tiba, para terlapor mengusir pengunjung itu.
Baca Juga:
Empat Orang Tewas akibat Kecelakaan di Jalan Rusak Pasar Kemis
Sempat terjadi keributan antara mereka dengan pengunjung, sebelum akhirnya pengunjung meninggalkan lokasi.
Setelah pelanggan pergi, para terlapor mengacak-acak durian yang terpasang di stand milik pelapor dan seluruh barang dagangan di warung pelapor, sembari merekam dengan handphone masing-masing.
Adapun Neltya, melihat kejadian itu, juga melakukan siaran langsung lewat handphonenya. Kemudian, antara PLK dan Neltya terjadi saling merebut handphone.