Maka dari itu, perlu ada kesadaran dari para pemuda untuk memulai semua itu dari diri sendiri, dengan ikut memilih tanpa didasari oleh paksaan, ancaman atau provokasi pihak tertentu.
Para pemuda harus mampu mengenali setiap calon-calon pemimpin yang akan dipilihnya, sehingga tanpa diberikan imbalan pun, para pemuda dapat menetukan pilihannya dengan independen.
Baca Juga:
Kasus Penyekapan Perempuan 3 Tahun Jadi “Kejahatan Kemanusiaan”, KemenHAM Jabar Soroti Penanganan dan Pembiayaan Korban
Pemuda juga seharusnya aktif dalam mengawal suara rakyat, sehingga tidak ada penyelewangan suara. Sehingga pemimpin yang dipilih adalah benar-benar suara rakyat.
Perlu dipahami juga bahwa memilih bukan hanya untuk menggugurkan kewajiban kita sebagai pemilih tetapi pemilu merupakan awal dari perbaikan sosial dan ekonomi, serta mengangkat citra bangsa Indonesia di mata dunia.
Jika generasi muda saat ini sudah mengawali pemilu dengan bersih, membantu pemerintah mengawasi dari kegiatan pemilu dari praktik-praktik kecurangan, maka pemimpin yang dipilih pasti akan sungguh-sungguh memperbaiki dan memajukan bangsa ini. [gbe]
Baca Juga:
57 Kendaraan Dinas Lulus Uji Emisi, PLN UID Jakarta Raya Perkuat Operasional Ramah Lingkungan
*Penulis berprofesi sebagai freelance analis data