Padahal polanya sudah berulang cukup lama, untuk kita tidak lagi bisa sebut tidak terduga.
Di suatu tempat di Labuhan Batu, ada petani yang hari ini sedang memanen sawit tanpa tahu bahwa harga yang akan dia terima minggu depan sedang dipengaruhi oleh keputusan yang diambil di Teheran, atau di Tel Aviv, atau di Washington DC.
Baca Juga:
Antisipasi Macet Parah, Jasa Marga Operasikan Tol Japek II Selatan, Gratis!
Dia tidak bisa berbuat apa-apa soal itu. Tetapi saya yakin, Presiden Prabowo Subianto dan jajarannya seharusnya bisa. Dan dari parlemen ini, kita dukung penuh.
Mengelola industri sebesar ini bukan hanya soal mendorong produksi dan ekspor saja. Ia juga soal memastikan bahwa ketika dunia sedang tidak stabil, kita sudah cukup siap untuk tidak selalu menjadi pihak yang menerima tekanan paling bawah.
Sampai hari ini, kesiapan ini masih belum lengkap, kalau tidak ingin disebut belum ada. Dan selama belum ada, konflik manapun yang terjadi ribuan kilometer nun jauh dari sini, akan selalu menemukan cara untuk sampai ke kebun-kebun kelapa sawit rakyat kita.
Baca Juga:
China Tawarkan Energi ke Taiwan, Ada Syarat Besar di Baliknya
[Redaktur: Fernando]