Tetapi ada satu hal yang ingin saya ingatkan. Yang jarang dibahas dalam narasi hilirisasi itu.
Apa itu? Ternyata biodiesel tetap dikirim lewat kapal. Oleokimia tetap melewati rute yang sama.
Baca Juga:
Antisipasi Macet Parah, Jasa Marga Operasikan Tol Japek II Selatan, Gratis!
Produk hilir sawit seberapapun tinggi nilai tambahnya, pada akhirnya harus keluar dari pelabuhan kita dan melewati peraian yang sedang kita bicarakan ini.
Hilirisasi menjawab soal nilai, tapi tidak sama sekali mengubah satupun garis di peta.
Kalau selat Hormuz sedang tidak aman, kapal yang membawa biodiesel kita menghadapi resiko yang sama persis dengan kapal yang membawa CPO mentah itu.
Baca Juga:
China Tawarkan Energi ke Taiwan, Ada Syarat Besar di Baliknya
Kita butuh dua percakapan yang berbeda sekaligus untuk dua masalah yang berbeda.
Hilirisasi adalah percakapan yang pertama, yang kita sudah mulai. Tetapi percakapan kedua tentang diversifikasi rute, tentang membangun posisi tawar di pasar yang lebih beragam, itu hampir tidak pernah kita mulai dengan serius. Karena itu, saya ajak kita serius bicara tentang hal ini.
Mengelola Bukan Berarti Menunggu
Setiap kali ada eskalasi di Timur Tengah, kita selalu terkejut dengan dampaknya pada komoditas.