DAIRI.WAHANANEWS.CO, Sidikalang - Anggota Komisi III DPR RI, Hinca Panjaitan mengulas konflik yang tengah terjadi saat ini di Timur Tengah, serta pengaruhnya ke sawit di Indonesia.
Dilihat WahanaNews.co di akun facebooknya, Kamis (19/3/2026), berikut ulasan Hinca Panjaitan tersebut.
Baca Juga:
Cuaca Panas Ekstrem Melanda Tokyo, Tiga Singa Mati dan 10 Lainnya Sempat Jatuh Sakit
Kita Non Blok, Tapi Dagangan Kita Tidak
Ada kebanggan yang kita wariskan turun temurun soal politik luar negeri Indonesia. Apa itu, bebas aktif, tidak berpihak.
Dan ketika Iran dan Israel saling serang, posisi resmi kita selalu sama, yakni memghimbau semua pihak menahan diri, mendorong perdamaian dan menegaskan bahwa kita bukan bagian dari konflik itu.
Tapi, coba tanya ke pelabuhan Belawan di Medan, tempat saya dulu besar, karena sekolah di kota Medan.
Baca Juga:
Senpi di Sekolah Jaksel Tercatat Atas Nama Direktur Importir Airsoft Gun, Polisi Telusuri Riwayat Kepemilikannya
Kapal-kapal yang membawa minyak sawit kita ke India, ke Pakistan, ke Bangladesh, semua melewati rute yang sama, laut Merah, selat Hormuz, persis di jantung kawasan yang sedang bergejolak itu.
Torsa politik saya yang lalu, telah mengangkat soal isu selat Hormuz ini. Kita memang bukan peserta konflik. Tapi perdagangan kita terjebak di tengah-tengahnya.
Perlu kita ketahui bersama bahwa Indonesia menguasai lebih dari separuh ekspor minyak sawit dunia. Nilainya pun besar sekali. 20 miliar dolar di tahun 2024.