Jumlah uang pada cek pertama Rp 500 juta dan kedua Rp 300 juta, untuk pembayaran material base A dan S pada pekerjaan proyek peningkatan jalan jurusan Silalahi-Binangara, Kecamatan Silahisabungan, Dairi.
Disebut, Riduan telah berulang kali ke Bank Sumut mencek, saldo rekening sebagaimana tercantum dalam cek, kosong.
Baca Juga:
Fauzan Khalid Dorong Orang Tua Tak Ragu Sekolahkan Anak ke Ponpes
Laporan pengaduan khusus untuk CHN, karena oknum dimaksud disebut tidak memenuhi fee investasi yang diperjanjikan.
CHN membujuk Riduan menyerahkan uang sebesar Rp 150 juta dengan fee investasi Rp 20 juta dan hanya berlaku selama satu bulan.
“Sejak penandatangan kerja sama investasi, 23 Juli 2021 sampai sekarang, hal itu belum pernah direalisasi. Ini kami anggap tindak pidana penipuan,” kata kuasa hukum Riduan.
Baca Juga:
Soroti Ketimpangan Gender, Lestari Moerdijat Desak Perlindungan Nyata bagi Perempuan
Adapun perjanjian Riduan dengan kedua direktur perusahaan dimaksud, perihal pekerjaan proyek Silalahi-Binangara, disepakati di hadapan notaris Binahar Hutapea dengan akta legalisasi perjanjian kesepakatan bersama tertanggal 23 Juli 2021 dengan nomor:14.263/Leg/BIN/202. [gbe]