Massa mahasiswa yang hadir pun menyadari kesalahan pengucapan Anang. Mereka kemudian menyoraki dan menyalahkannya.
"Eh salah-salah," kata seorang mahasiswa dalam video itu.
Baca Juga:
Komisi III DPR Kaji Pembentukan Komite Perampasan Aset Independen dalam RUU Perampasan Aset
"Gemetar saya," ujar Anang sembari tersenyum.
Namun seorang mahasiswa lainnya kemudian mengecamnya. Ia menyebut apa yang dilakukan Anang adalah bentuk penistaan Pancasila.
"Bapak jangan pernah membuat alasan pada kami. Ini namanya penistaan Pancasila kalau gini," kata seorang mahasiswa melalui mikrofon.
Baca Juga:
Rieke Diah Pitaloka Soroti Dugaan Ketimpangan Penegakan Hukum terhadap WNA dan WNI
Perwakilan kader HMI Lumajang Solihin membenarkan kejadian dalam video tersebut. Ia mengatakan, hal itu saat pihaknya menggelar aksi penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi di DPRD Lumajang, Rabu (7/9) lalu.
"Pas ketua dewan itu membacakan, ternyata salah, dari kesalahan itu lah kami merasa kecewa," ucap Solihin saat dikonfirmasi. [gbe/rsy]