Ia pun menarik dan mengeluarkan Cacha dari posisi terjepit itu. Sementara untuk mengeluarkan Livia, Samsiah harus dibantu Lita, putri mereka lainnya, yang keluar dari mobil Pajero.
Adapun Hasiholan, penyandang disabilitas, tidak dapat berbuat apa-apa. Ia terpaku diam di dalam mobil.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
"Gemetaran saya. Livia sulit kami tarik. Mobil yang menabrak itu, sedikit pun tidak mundur, biar lebih mudah kami menarik. Jangankan turun membantu, memundurkan mobil pun tidak," kata Samsiah.
Ia pun menggedor kaca pintu mobil. Ternyata pengemudinya seorang wanita. "Kenapa kau tabrak anakku?" kata Samsiah. "Saya masih belajar bu," jawab RP, ditirukan Samsiah.
Selanjutnya, kedua korban dibawa ke dalam rumah. Samsiah kemudian keluar, menemui pengemudi mobil, yang setahu bagaimana sudah berada di salah satu apotik, dekat rumah mereka.
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
Di lokasi itu, diakui Samsiah, ia menjambak rambut RP. "Spontanitas, saya menjambak rambutnya saat itu," ujarnya.
Berselang, petugas kepolisian pun datang ke lokasi kejadian dan melakukan olah TKP. Kedua mobil diamankan ke Mapolres Dairi.
Adapun RP, karena merasa menerima kekerasan dari Samsiah, kemudian melaporkan Samsiah ke Polres Dairi.