"Mau kemana itu?" lanjut korban.
"Mau keperluan sekolah si TG," kata RG.
Baca Juga:
Pemkab Karawang Matangkan Prioritas Pembangunan 2026, Fokus Pendidikan, Kesehatan dan Infrastruktur
"Hanya anak kaunya yang kau pedulikan, anak dari aku tidak kau perdulikan," kata korban kemudian.
Hal itu pun menimbulkan cekcok mulut diantara keduanya. Korban menendang kayu bakar yang berada di tungku masak. RG kemudian mendorong badan korban sehingga korban terjatuh telungkup di lantai papan.
"RG kemudian mengambil sepotong kayu bakar yang berada di tungku masak dan dipergunakan sebagai alat melakukan kekerasan terhadap korban dengan cara memukul kepala bagian belakang korban beberapa kali," jelas Meetson.
Baca Juga:
Bupati Aep Tekankan Persatuan dan Ketahanan Ekonomi pada Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026
Korban berusaha melindungi kepalanya dengan kedua tangannya. RG kemudian membabi buta memukul punggung dan badan bagian belakang korban berulang-ulang sampai korban muntah darah serta hidungnya berdarah.
Korban kemudian minta tolong. Anaknya yang terbangun dari tidur kemudian menarik tangan korban serta menidurkannya di ruang tamu.
Esoknya, Jumat (31/5/2024) sekira pukul 07.00 Wib, korban dibawa tetangganya bersama dengan tersangka RG, berobat sebagai pertolongan pertama ke bidan yang berada di Desa Perjuangan, Sumbul.