Sementara Togar Sianturi, ayah Putra, kepada wartawan mengatakan, saat pertandingan bola dimaksud, menyerukan "bermain aman-aman sajalah, jangan rusuh".
Tiba-tiba, SS menamparnya, membuat Togar bingung. Kejadian itu pun didiamkan dan tidak dipermasalahkan Togar.
Baca Juga:
Mahasiswi Bali Jadi Korban Kecelakaan di AS, Biaya Pemulangan Jenazah Capai Rp180 Juta
"Mungkin anak saya dengar dari orang lain bahwa saya ditampar SS tanpa alasan yang jelas," kata Togar.
Terpisah, Ketua Umum Lumban Gambiri Sianturi se-Indonesia Jintar Sianturi via selular kepada wartawan menyampaikan harapan agar Polres Dairi segera melakukan proses hukum dan segera menangkap para terduga pelaku.
Jintar yang berdomisili di Jakarta itu, merasa miris atas kejadian dimaksud, karena melibatkan Kepala Desa dan pengurus Karang Taruna, yang seyogiyanya menjadi penganyom.
Baca Juga:
Utusan Khusus Rusia Kirill Dmitriev Umumkan Pembicaraan dengan Perwakilan Pemerintahan Trump
"Sejatinya mereka pemerintahan desa hadir ditengah masayarakat sebagai pengayom, bukan penganiaya. Kami keluarga besar Lumban Gambiri Sianturi se-Indonesia, meminta agar Polres Dairi , Polda Sumatera Utara segera melakukan proses hukum dan menangkap para terduga pelaku," kata Jintar.
[Redaktur: Tumpal Alfredo Gultom]