"Dia ribut menonton, kenapa rupanya," kata SS.
Tidak terima atas perlakuan SS, Putra sempat mendorong SS hingga jatuh. Melihat hal itu, rekan-rekan SS di tempat itu langsung mengeroyok dan memukuli Putra.
Baca Juga:
Mahasiswi Bali Jadi Korban Kecelakaan di AS, Biaya Pemulangan Jenazah Capai Rp180 Juta
Putra lari menyelamatkan diri ke jalan raya, walau tetap dikejar SS dan rekan-rekannya. Beruntung, Putra diselamatkan Parto Banjarnahor, mengamankan Putra di rumahnya.
Tidak lama, Kepala Desa Sempung Polling, JS, tiba di rumah Parto, menghampiri Putra, langsung meninju Putra di bagian mata sebelah kiri, disusul tamparan dan tendangan.
"Harus kuhabisi dia itu," kata JS, ditirukan Putra.
Baca Juga:
Utusan Khusus Rusia Kirill Dmitriev Umumkan Pembicaraan dengan Perwakilan Pemerintahan Trump
Merasa terancam dan takut atas ancaman JS, Putra meminta Parto Banjarnahor menghubungi keluarganya dan Kepala Desa Bulu Duri untuk menjemputnya dari tempat itu.
Berselang, keluarga Putra dan perangkat Desa Bulu Duri pun datang menjemput, sekaligus membawa Putra berobat ke RSUD Sidikalang, hingga dirujuk ke salah satu rumah sakit di Tanah Karo.
Putra mengalami bengkak dan luka di mata sebelah kiri, serta luka dan memar di sekujur tubuhnya.