DAIRI.WAHANANEWS.CO, Sidikalang - PT Dairi Prima Mineral (PT DPM) terus melaksanakan Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagai salah satu kewajiban pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH).
Program ini merupakan upaya untuk memulihkan dan mempertahankan fungsi hutan sekaligus mendukung kelestarian lingkungan di wilayah yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kehutanan.
Baca Juga:
Publik Soroti LHKPN Rugun Saragih, Nilai Kekayaannya Nyaris Sama dengan Febrie Adriansyah
Hal itu dikatakan Chief Legal and External Relations Officer PT Dairi Prima Mineral Radianto Arifin dalam keterangan pers melalui Super Intendent External Relation PT DPM Baiq Idayani, Selasa (14/7/2026).
Dijelaskan, rehabilitasi DAS oleh PT DPM dilaksanakan pada area seluas sekitar 60 hektare di kawasan hutan produksi terbatas wilayah DAS Serang Jaya, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Sebagai bagian dari pelaksanaan program tersebut, PT DPM telah menanam 198.000 pohon mangrove (Rhizophora apiculata) pada 2023 dan berdasarkan hasil monitoring terakhir pada Maret lalu, tanaman mangrove yang ditanam telah tumbuh bagus dengan tinggi rata-rata mencapai 1,5–2,5 meter.
Baca Juga:
Misteri Amplop untuk Raja Juli Belum Terpecahkan, KPK Telusuri Motif Bupati Kuansing
Monitoring pohon mangrove yang ditanam PT DPM 2023 di wilayah DAS Serang Jaya, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara [DAIRI.WAHANANEWS.CO / dok. PT Dairi Prima Mineral]
Radianto Arifin, mengatakan bahwa rehabilitasi DAS tidak hanya menjadi bentuk kepatuhan perusahaan terhadap peraturan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan.
"Rehabilitasi DAS merupakan tanggung jawab yang kami laksanakan sebagai pemegang IPPKH. Namun, kami ingin setiap program lingkungan yang dijalankan juga memberikan manfaat yang lebih luas. Karena itu, selain melakukan rehabilitasi kawasan hutan, kami juga menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang mendukung pelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat," ujarnya.