Berbagai bentuk ekspresi tradisi ditampilkan, mulai dari tarian tradisional hingga alunan musik daerah yang sarat dengan nilai gotong royong, kebersamaan, dan penghormatan terhadap warisan leluhur.
Keterlibatan aktif generasi muda dalam kegiatan aktivasi ini menjadi bukti nyata bahwa budaya Pakpak tetap hidup dan diwariskan secara dinamis.
Baca Juga:
Trump Murka! Netanyahu Bongkar Isu Nuklir Iran ke Publik, Hubungan AS-Israel Memanas
Sebagai perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Dairi, PT DPM meyakini bahwa pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada pelestarian nilai-nilai sosial dan akar budaya masyarakat.
Melalui kegiatan aktivasi dan pendampingan seni secara konsisten ini, perusahaan terus berupaya mendukung berbagai inisiatif lokal yang memperkuat identitas serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat sekitar.
Radianto mengatakan bahwa pelestarian budaya merupakan bagian penting dari pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.
Baca Juga:
Istri Bupati Pemalang Ikut Dibawa ke KPK, OTT Kini Bidik Dugaan Proyek dan Jual-Beli Jabatan
"Budaya adalah identitas yang membentuk karakter dan jati diri suatu masyarakat. Melalui dukungan terhadap launching Seni Budaya Pakpak ini, PT DPM ingin berkontribusi dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Dairi," sebut Radianto.
"Kami percaya bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus berjalan beriringan dengan pelestarian nilai-nilai budaya serta pemberdayaan masyarakat lokal, terutama generasi muda sebagai penerus warisan leluhur. Ketika masyarakat memiliki ruang untuk mengekspresikan dan mengembangkan budayanya, maka kita sedang bersama-sama menjaga identitas daerah sekaligus membangun masa depan yang lebih berkelanjutan," imbuhnya.
Radianto menambahkan bahwa kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, tokoh adat, komunitas seni, dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam memastikan budaya lokal tetap berkembang dan memiliki ruang untuk terus diwariskan.