DAIRI.WAHANANEWS.CO, Sidikalang - PT Dairi Prima Mineral (PT DPM) melaunching program Seni, Budaya dan Kesenian Pakpak (SBKP), di Desa Tuntung Batu, Kecamatan Silima Pungga-pungga, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan mengaktifkan kembali seni dan budaya itu dilaksanakan sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian budaya lokal serta pemberdayaan masyarakat di wilayah operasional perusahaan secara partisipatif dan berkelanjutan.
Baca Juga:
El Nino Kuat Mengancam, BMKG Tetapkan 6 Provinsi Rawan Kebakaran Hutan
Hal itu dikatakan Chief Legal & External Affairs Officer PT Dairi Prima Mineral, Radianto Arifin, melalui Super Intendent External Relation, Baiq Idayani, dalam keterangan pers diterima WahanaNews.co, Rabu (29/7/2026).
"Aktivasi seni dan budaya ini menjadi wadah komunal untuk menggerakkan kembali kekayaan tradisi Pakpak di tengah masyarakat, khususnya generasi muda," kata Radianto.
Dijelaskan, kegiatan dihadiri tokoh adat, pemerintah desa, warga lokal, serta para pelaku seni. Kegiatan berlangsung hangat sebagai ruang kebersamaan dalam merawat identitas dan kebanggaan budaya Pakpak.
Baca Juga:
Terjaring OTT KPK, Segini Kekayaan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro
Sebagai wujud dukungan nyata berkelanjutan dari aktivasi ini, PT DPM memfasilitasi program latihan menari berkala bagi anak-anak remaja di Desa Tungtung Batu.
Program latihan ini diadakan rutin seminggu sekali dengan menghadirkan pelatih tari profesional yang didatangkan dari Sidikalang untuk mendampingi dan mengembangkan potensi seni para generasi muda lokal.
Rangkaian aktivasi juga diisi dengan berbagai penampilan seni budaya yang dibawakan secara antusias oleh pemuda dan pemudi setempat.
Berbagai bentuk ekspresi tradisi ditampilkan, mulai dari tarian tradisional hingga alunan musik daerah yang sarat dengan nilai gotong royong, kebersamaan, dan penghormatan terhadap warisan leluhur.
Keterlibatan aktif generasi muda dalam kegiatan aktivasi ini menjadi bukti nyata bahwa budaya Pakpak tetap hidup dan diwariskan secara dinamis.
Sebagai perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Dairi, PT DPM meyakini bahwa pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada pelestarian nilai-nilai sosial dan akar budaya masyarakat.
Melalui kegiatan aktivasi dan pendampingan seni secara konsisten ini, perusahaan terus berupaya mendukung berbagai inisiatif lokal yang memperkuat identitas serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat sekitar.
Radianto mengatakan bahwa pelestarian budaya merupakan bagian penting dari pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.
"Budaya adalah identitas yang membentuk karakter dan jati diri suatu masyarakat. Melalui dukungan terhadap launching Seni Budaya Pakpak ini, PT DPM ingin berkontribusi dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Dairi," sebut Radianto.
"Kami percaya bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus berjalan beriringan dengan pelestarian nilai-nilai budaya serta pemberdayaan masyarakat lokal, terutama generasi muda sebagai penerus warisan leluhur. Ketika masyarakat memiliki ruang untuk mengekspresikan dan mengembangkan budayanya, maka kita sedang bersama-sama menjaga identitas daerah sekaligus membangun masa depan yang lebih berkelanjutan," imbuhnya.
Radianto menambahkan bahwa kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, tokoh adat, komunitas seni, dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam memastikan budaya lokal tetap berkembang dan memiliki ruang untuk terus diwariskan.
Program ini merupakan bagian dari komitmen PT DPM dalam menjalankan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), khususnya pada bidang sosial dan budaya.
Melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, perusahaan berharap kegiatan pelestarian budaya tidak berhenti pada acara seremonial, tetapi dapat terus berlanjut melalui pembinaan komunitas seni, pengembangan ruang ekspresi budaya, serta keterlibatan aktif generasi muda dalam menjaga tradisi.
Komitmen tersebut telah diwujudkan melalui berbagai program yang mendukung pengembangan masyarakat.
Pada 6 Juni 2026, PT DPM juga menyelenggarakan Lomba Pentas Seni tingkat Kabupaten Dairi dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup se-dunia.
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk menampilkan kreativitas, mengembangkan bakat, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan kecintaan terhadap budaya daerah.
Menurut Radianto, pelestarian lingkungan dan budaya memiliki keterkaitan yang erat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Bagi PT DPM, lingkungan dan budaya adalah dua warisan yang sama pentingnya untuk dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi. Lingkungan yang lestari akan menopang kehidupan masyarakat, sementara budaya yang hidup akan menjaga identitas dan nilai-nilai yang menjadi kekuatan sebuah komunitas.
Melalui aktivasi seni budaya ini, PT DPM berharap semangat mencintai tradisi lokal semakin mengakar di tengah masyarakat.
Melalui kolaborasi dan pembinaan berkelanjutan bersama tokoh adat, pemerintah, serta warga desa, pelestarian warisan budaya Pakpak diharapkan terus menjadi gerakan bersama yang senantiasa hidup dan diwariskan antar generasi.
[Redaktur: Fernando]