Perusahaan ini pernah dilaporkan oleh elemen masyarakat di Kepulauan Nias kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat mengunjungi Nias, Minggu (12/12/2025).
Pasalnya, masyarakat Nias tidak ingin kejadian banjir bandang dan longsor seperti yang terjadi pada beberapa kabupaten di Sumatera Utara terjadi di kepulauan yang membentang di Samudera Hindia tersebut.
Baca Juga:
MK Tegaskan Wartawan Tak Bisa Langsung Dipidana
Perwakilan Aliansi Masyarakat Lintas Sektoral Nias Selatan, Rendos Halawa, menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Wakil Presiden.
“Kami tidak ingin Nias Selatan mengalami bencana lingkungan seperti daerah lain di Tapanuli. Karena itu, kami memohon kepada Wakil Presiden RI agar membantu masyarakat dengan menutup dan menindak tegas kedua perusahaan yang diduga melakukan pelanggaran hukum,” tegas Rendos.
Sorotan publik juga terjadi di Kabupaten Dairi. Aksi unjukrasa terjadi berulangkali. Sebagaimana diberitakan WahanaNews.co, aksi terbaru terjadi pada Rabu (12/11/2025).
Baca Juga:
Putusan MK: Advokat Harus Berintegritas Tanpa Cela
Diduga buntut penangkapan seorang pentolan penolak kehadiran PT GRUTI inisial PS, ratusan massa mendatangi Mapolres Dairi di Jalan Sisingamangaraja Sidikalang.
Pantauan WahanaNews.co, massa tiba di depan Mapolres Dairi sekitar pukul 09.30 Wib.
Saat Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan akan menanggapi kehadiran massa, setahu bagaimana, situasi memanas, dimana ada lemparan-lemparan batu, botol, cabai, dari arah massa ke aparat sehingga personil kepolisian melepaskan beberapa kali tembakan ke udara.