WG pun memindahkan uang dari rekening Mandiri melalui livin ke akun Seabank miliknya, selanjutnya bermain judol, hingga Rp128.750.000 pun habis.
Karena transaksi online Mandiri limit, WG ke kantor Bank Mandiri di Jalan Sisingamangaraja Sidikalang, tarik tunai Rp84 juta.
Baca Juga:
Tragis di Bogor, 4 Anjing Pemburu Mati dalam Mobil Setelah Tewaskan Bocah 9 Tahun
Saat antri, Kesar menelepon, menanyakan pembayaran PBB yang dipercayakan kepadanya. WG menjawab sudah di bank, sembari menunjukkan nomor antrian.
Setelah tarik tunai selesai, WG ke Bank BRI, setor tunai, lalu kembali ke penginapan, lanjut bermain judol.
Pukul 15.00 Wib, Kesar kembali menanyakan pembayaran PBB ke WG. WG berbohong, menyebut Bank Mandiri sudah tutup, dan menyebut akan membayar PBB dimaksud keesokan harinya.
Baca Juga:
Surat Pindah Alamat FSPTI-KSPSI Dairi Diduga Melanggar Hukum
Hingga pukul 17.00 Wib, WG lanjut bermain judol. Semua uang, Rp50 juta ditambah Rp212.750.000 pun habis. WG kemudian pulang, dan merekayasa kejadian begal.
Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan pun menghimbau masyarakat untuk tidak bermain judol.
Terkait keamanan, sebagaimana diresahkan masyarakat pasca viralnya berita "begal" itu, Otniel memastikan tidak ada begal di Kabupaten Dairi.