"Saya berharap Kejaksaan jangan puas dengan tangkapan pertama. Teruskan saja. Kejar sampai orang terakhir yang ikut menikmati uang itu," tegasnya.
Lebih lanjut, Hinca menilai kasus tersebut memiliki dampak yang jauh lebih serius dibandingkan korupsi proyek infrastruktur atau pembangunan fisik lainnya.
Baca Juga:
Danantara Bantah Isu Perombakan Direksi PLN, Dony Oskaria Tegaskan Belum Ada RUPS
Menurutnya, dugaan penyimpangan yang terjadi menyangkut hak dasar anak-anak untuk memperoleh makanan yang layak.
"Sebab perkara ini berbeda. Yang dirampok bukan uang proyek jalan. Bukan uang gedung. Bukan uang kantor. Yang dirampok adalah hak anak-anak untuk makan dengan layak," ungkap Hinca.
Ia menambahkan, anak-anak sebagai penerima manfaat program tidak mengetahui siapa pihak yang mengambil hak mereka.
Baca Juga:
Simulasi Tanggap Darurat Digelar PLN UIP KLB, Pegawai Dilatih Tak Panik Saat Bahaya Datang
Namun mereka merasakan langsung dampaknya ketika kualitas maupun kuantitas makanan yang seharusnya diterima menjadi berkurang.
"Mereka bahkan tidak tahu siapa yang mengambilnya. Mereka hanya tahu hari itu makanan di meja mereka berkurang. Bagi saya, inilah pengkhianatan yang paling keji. Sebab yang dijadikan korban adalah anak-anak yang kelak akan menjaga republik ini," katanya.
[Redaktur: Fernando]