"Beras bantuan, busuk. Telor bantuan, busuk. Lama dibagi, padahal masyarakat sangat butuh, terutama saat puncak Covid. Saya tokoh yang dulu mendukung dia, sangat kecewa," ujarnya.
Junimart berargumen, seorang pemimpin tidak boleh euforia dengan kekuasaan. Seharusnya, pemimpin tidak terlena dengan kekuasaan. Pemimpin harus memiliki jiwa leadership.
Baca Juga:
Pengungkapan Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Tuai Apresiasi, Aparat Dinilai Bertindak Cepat
"Jangan euforia. Di pusat banyak anggaran yang bisa dikucurkan ke daerah. Bagaimana Dairi mau dapat itu, pemimpinnya saja tidak pernah konsultasi ke DPR. Kan DPR bisa mengupayakan itu," ujar mantan pengacara itu.
Sementara Singkat Nababan, mewakili warga, mengapresiasi Junimart Girsang yang selalu memberi perhatian pada Kabupaten Dairi.
"Banyak anggota DPR. Tapi hanya pak Junimart yang selalu memberi perhatian ke Dairi. Saat puncak Covid, beliau menyalurkan banyak bantuan. Nahuberengi do huhatindangkon (yang saya lihat yang saya katakan)", ujar Singkat.
Baca Juga:
Jelang Idulfitri 2026, Ketersediaan Energi Dipastikan Aman, Wamen ESDM Imbau Warga Tetap Tenang
Senada, koordinator Junimart Girsang Center (JGC) Dairi, Pisser Agustinus Simamora, menyampaikan rasa terimakasih kepada Junimart Girsang, yang tidak lelah memberi perhatian ke Kabupaten Dairi.
Mewakili panitia penyelenggara kegiatan itu, Pisser berharap agar beras yang dibagikan, bermanfaat bagi masyarakat penerima, meringankan beban karena Covid-19. [gbe]