Pungun melanjutkan perjalanannya. Usai mengantar barang, ia istirahat di salah satu kedai di sekitar pekan.
Tidak disangka, IS tiba juga di kedai itu. IS menantang Pungun "duel", sekaligus mengajaknya keluar dari kedai itu. IS menawarkan mereka berdua naik satu mobil, terserah mobil siapa.
Baca Juga:
PLN Tuntaskan Pemulihan Listrik Flores Pascagempa M7,7, Seluruh Pelanggan Kembali Terlayani
Pungun pun menawarkan mobilnya, diiyakan IS. Keduanya pun berangkat, ke arah Sidikalang. Sekitar 5 kilometer dari lokasi awal, IS menanya Pungun mau kemana. "Ke Polres Dairi lah," jawab Pungun.
IS kemudian melakukan pemukulan ke wajah Pungun. Mobil dihentikan, keduanya keluar. Keributan sempat berlanjut, namun dilerai warga.
Tidak terima atas kejadian itu, Pungun pun membuat laporan ke Polres Dairi serta visum ke RSUD Sidikalang.
Baca Juga:
Dedi Fredi Bancin laporkan oknum kepala dinas ke polres Subulussalam terkait dugaan pemalsuan surat
Terpisah, Aiptu IS dikonfirmasi wartawan lewat selularnya mengatakan, permasalahan dimaksud telah dilaporkan ke pimpinannya. [gbe]