Namun, SUT menyebut, justru ia dikeroyok lebih dari 7 orang di rumah dimaksud. Atas kejadian itu, SUT mengaku tidak dendam.
Namun Selasa (20/6/2023), setahu bagaimana mereka jumpa di ladang, perbatasan ladang SUT dengan korban.
Baca Juga:
Adopsi Kendaraan Listrik Meningkat, Pengguna Home Charging PLN Naik 9 Persen pada Semester I 2026
SUT mencoba mempertanyakan, mengapa ia menjadi korban pengeroyokan, sementara ia hanya ingin meminta secara baik agar batas ladang tidak diganggu.
Sempat cekcok, SUT yang kala itu membawa kapak langsung menghatam korban. Melihat korban terkapar, SUT mengaku sempat memeluknya dan meminta maaf, menyesali perbuatannya, karena masih satu marga.
Kemudian, SUT mendatangi rumah saudaranya di Kota Sidikalang meminta dirinya agar dibawa menyerahkan diri ke Polres Dairi.
Baca Juga:
Hadiri Wisuda Sarjana Universitas Quality Berastagi,Bupati Karo:Ingat Kerja Keras dan Pengorbanan Orang Tua Gunakan Pengetahuan Ditengah Masyarakat
Amatan wartawan, pelaku dan korban masing-masing diawasi personil Polres Dairi di RSUD Sidikalang.
Sementara itu, keterangan resmi dari pihak kepolisian belum bisa diperoleh. Kapolres Dairi AKBP Wahyudi Rahman melalui Kasat Reskrim AKP Rismanto J Purba dikonfirmasi lewat WhatsApp, belum memberi jawaban. [gbe]