"Untuk BRI, yang merupakan perkantoran, lebih mengarah pada kebakaran bahan padat, berkas, kita sosialisasikan penanganan kebakaran menggunakan Dry Chemical Powder," kata Amudi.
Kepada bagian logistik BRI dipesankan, penempatan Apar (tabung), agar di lokasi yang mudah dijangkau, serta terlihat. Sehingga bilamana terjadi kebakaran, dapat segera digunakan.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
Kepala UPT Damkar BPBD Dairi Amudi Situmeang, memaparkan pengenalan Apar dan teori penanganan kebakaran, Rabu (30/8/2023) [WahanaNews/Robert Panggabean]
Apar juga harus dilakukan perawatan. Segel maupun pin pengunci harus diperiksa minimal sekali seminggu. Pasalnya, jika pin tercabut, Apar akan habis.
Kemudian, karena expired Apar 1 tahun, disarankan pemeriksaan minimal per 6 bulan. Karena geografis Dairi yang dingin serta BRI ruangan ber-AC, Apar harus diguncang minimal sekali per dua minggu.
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
Hal itu mencegah Apar membeku ketika dibutuhkan untuk pemadaman kebakaran. "Jangan saat dibutuhkan, tidak dapat digunakan," kata Amudi.
Perawatan ketiga, kata Amudi, harus dilakukan pemeriksaan manometer tabung secara periodik, memastikan Apar masih berisi. Tekanan normal, jarum manometer berada di tengah, di garis hijau.
Pada kegiatan itu, dipandu personil UPT Damkar, personil BRI baik Cabang maupun Unit, bergantian praktek penanganan bencana kebakaran, menggunakan alat tradisonal, karung yang dibasahi, serta penggunaan Apar.