"Nehe nola isipak (kaki pula ditendang)," kata Lamhot mengibaratkan kerusuhan yang kerap terjadi dalam pertandingan sepakbola maupun futsal.
Sementara anggota DPRD Pakpak Bharat Parulian Boangmanalu dalam sambutannya meminta agar ke depan pemuda mengingat pihak mana yang memperhatikan mereka.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
"Saat mengajukan proposal kegiatan ini, kita tidak ditanya siapa oleh beliau (Junimart Girsang). Agar turnamen ini berkelanjutan, mari kita dukung kembali siapa yang membantu kita itu," kata Parulian.
Ketua Panitia, Rony Sianturi menjelaskan, turnamen itu diikuti 20 tim, dari 8 kecamatan yang ada di Pakpak Bharat.
Turnamen akan berlangsung hingga Senin (9/5/2022), memperebutkan trophi dan total hadiah Rp 6,1 juta.
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
Pantauan WahanaNews, pembukaan diisi dengan persembahan tari dari sanggar setempat serta hiburan dari Srikandi Trio. Kendati diwarnai gerimis, masyarakat tampak antusias menonton. [gbe]