Ini mendorong mobilitas warga dari berbagai sudut provinsi serta menyemarakkan jasa transportasi.
"Oleh sebab itu, transportasi, termasuk tol, menjadi pilar sangat penting bagi Sumut. Aneka kegiatan ekonomi membutuhkan kelancaran lalu lintas," tutur eks petinggi salah satu bank BUMN tersebut.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
Rudolf menyebut, hal itu mengingatkan kita pada kemajuan perekonomian AS yang juga terdorong dengan pembangunan transportasi darat.
Demikian juga China, statusnya berubah dari negara pariah menjadi jajaran negara terkaya di dunia, juga akibat pembangunan infrastruktur jalan yang merangsang masuknya kedatangan investor internasional.
Jalan-jalan di Sumut sekarang sudah tidak memadai menampung padatnya lalu lintas terutama di akhir pekan seperti jalur Medan-Berastagi dan sebaliknya, demikian juga jalur Medan-Siantar dan sebaliknya.
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
"Oleh karena itu transportasi dan peningkatan luas dan panjang jalannya akan melejitkan perekonomian Sumut," kata pria lulusan Fakultas Ekonomi USU Medan tersebut.
Jika Sumut mengkombinasikan pembangunannya dengan persebaran ke arah Mandailing, Sibolga dengan pantai-pantai indah, maka Sumut akan menjadi magnet penting bagi wisatawan dan tidak lagi fokus pada Danau Toba semata.
Hal ini juga dengan sendirinya mendorong terciptanya jasa-jasa restoran, dan kegiatan ekonomi terkait.