Wahyu juga menerima banyak masukan dalam rakor ini, seperti permintaan masyarakat agar setiap SPPG mempekerjakan SDM lokal yang berada didekat lokasi SPPG, bukan hanya tenaga relawannya saja tapi juga termasuk ahli gizi dan head chefnya.
"Sebaiknya memang harus mempekerjakan potensi lokal, bukan hanya tenaga relawannya tapi juga ahli gizi dan kepala juru masaknya juga harus dari lokal jika memang potensi itu ada. Ini baik juga berkontribusi membangun daerah asalnya," pungkas Wahyu.
Baca Juga:
Investasi PSEL Melejit, MARTABAT Prabowo-Gibran: Dunia Percaya Masa Depan Energi Indonesia
Di informasikan saat ini, Dairi sudah memiliki 16 SPPG dan melayani lebih dari 43.116 penerima manfaat mulai Paud hingga SMA sederajat.
Hadir juga dalam Rakor ini, Kepala kantor kementerian Agama Riswan Gaja, Asisten Pemerintahan Agel Siregar, Kepala Dinas Pertanian, Kesti Rusda Angkat, Kabid Pelayanan kesehatan Imelda Purba.
Juga, Sekretaris Dinas Pendidikan Maryadi Simanjorang, Kabag Kesra Ripmo Padang, Kabag Tapem Juliawan Rajagukguk, Ketua MUI Wahlin Munthe, Korwil BGN Dairi dan Pakpak Bharat, Pahlawan Nasution dan undangan lainnya.
Baca Juga:
Sistem Kelistrikan Sumatra Berangsur Normal, ALPERKLINAS: PLN Bergerak Cepat dan Terukur
[Redaktur: Fernando]