DAIRI.WAHANANEWS.CO, Sidikalang - Menyambut 80 tahun Polri, anggota Komisi III DPR RI Fraksi Demokrat Hinca Pandjaitan, Hinca Panjaitan mengarang buku berjudul "Polisi Jagung", yang akan terbit pada 1 Juli 2026.
Mengutip unggahan video dalam akun facebooknya, berikut ulasan Hinca terkait buku dimaksud.
Baca Juga:
Kemenhub Jawab Kekhawatiran Konsumen Soal Fuel Surcharge hingga 50 Persen
Delapan puluh tahun itu umur yang sudah cukup untuk ditanya dengan jujur. Sudah jadi apa.
Saya delapan tahun duduk di Komisi III. Melihat Polri dari dekat. Ada masa publik memberi hormat. Ada masa publik geleng kepala. Jadi ketika polisi turun ke kebun jagung, saya tidak buru buru ikut menertawakan.
Banyak yang bertanya, sejak kapan polisi urus jagung. Saya justru bertanya balik, kalau urusan pangan sedang genting, siapa yang harus turun? Polisi datang setelah huru-hara terjadi, kita marah. Polisi masuk ke urusan pencegahan, kita curiga.
Baca Juga:
PBB Sambut Positif Pembangunan Otorita IKN, MARTABAT Prabowo-Gibran: Investor Lokal Harus Bergerak Secepatnya di Nusantara
Saya menulis buku ini karena ingin mencatatnya dengan kepala dingin. Polisi dulu lahir dekat dengan urusan warga. Menjaga pasar. Menjaga ketertiban kota. Menjaga ketersediaan pangan. Jadi ini bukan barang baru.
Kalau hasilnya buruk, kritik. Kalau hasilnya baik, akui. Sesederhana itu. Republik ini tidak akan maju kalau kita hanya tepuk tangan saat suka dan caci maki saat tidak suka.
Buku ini, layak dibaca oleh seluruh polisi di Indonesia. Ya, anda sahabat-sahabat saya, mitra kerja saya, polisi di seluruh Indonesia.
Agar mereka, agar anda semua memahami bahwa apa yang sedang anda kerjakan, apa yang mereka kerjakan hari ini, di lahan jagung, dibawah matahari yang tidak peduli pangkat berapapun di pundak mereka, bukan sebagai sekedar perintah atasan yang harus dijalankan lalu dilupakan. Ini amanah Presiden Prabowo Subianto.
Ada sejarah dibaliknya. Ada logika negara yang serius. Ada kepercayaan yang sedang dipertaruhkan. Bukan kepercayaan Kapolri kepada mereka, tetapi kepercayaan petani, kepercayaan warga, kepercayaan republik ini kepada institusi yang sudah 80 tahun berdiri.
Sebab polisi yang berani dibaca, adalah polisi yang sudah selangkah lebih dekat untuk dipercaya.
Buku ini, akan terbit 1 Juli 2026, tepat di hari ulang tahun Polri yang ke-80, bagian dari respon saya kepada mitra saya.
Saya memilih tanggal itu bukan karena simbolisme semata. Tapi karena saya percaya bahwa institusi yang sedang bergerak ke arah yang benar, perlu sesekali berhenti, bukan untuk merayakan dirinya sendiri tapi untuk membaca dirinya sendiri.
Jika anda berminat untuk mendapatkan buku ini, untuk merayakan hari ulang tahun Bhayangkara ke-80 bersama seluruh jajaran, atau sekedar ingin meletakkannya di meja kerja, sebagai pengingat bahwa 80 tahun bukan akhir dari perjalanan, silahkan hubungi Propariban Rumahela, kontak 089501799236 atas nama Redo Siregar.
[Redaktur: Fernando]