DAIRI.WAHANANEWS.CO, Sidikalang - Dalam rangka menyambut World Environment Day (Hari Lingkungan Hidup se-Dunia) 2026 yang mengusung tema NowforClimate, PT Dairi Prima Mineral (PT DPM) membagikan 1.400 bibit kemiri dan kopi untuk petani di kecamatan Silima Pungga-pungga, Kamis (4/6/2026).
Selain pemberian bibit, juga dilakukan penanaman pohon bersama di Desa Longkotan, Kecamatan Silima Pungga-pungga, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.
Baca Juga:
Setelah Dicopot Prabowo, Harta Rp9 Miliar Dadan Hindayana Jadi Sorotan, Ini Isi Garasinya
Hal itu dikatakan Radianto Arifin, Chief Legal & External Officer PT Dairi Prima Mineral, dalam keterangan pers melalui Super Intendent External Relation PT DPM Baiq Idayani.
Disebut, ini menunjukkan komitmen PT Dairi Prima Mineral dalam memberdayakan petani dan turut menjaga alam, sekaligus meningkatkan perekonomian lokal Kabupaten Dairi.
Penyerahan bibit berlangsung di kantor Kecamatan Silima Pungga-pungga, dihadiri pihak Dinas Lingkungan Hidup Dairi, Camat Silima Pungga-pungga, Kades, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan perwakilan petani dari masing-masing desa di lingkar tambang.
Baca Juga:
Heboh Begal di Probolinggo Ternyata Bohong, Pria Ini Lukai Diri Sendiri dan Jual Motor Ayah
“Peringatan Hari Lingkungan Hidup se-dunia ini menjadi momentum kami untuk melakukan aksi nyata dan merealisasikan komitmen perusahaan dalam menjalankan praktek pertambangan berkelanjutan sekaligus upaya menjaga kualitas lingkungan hidup di Dairi," kata Radianto Arifin.
"Kegiatan pembagian bibit kemiri dan kopi bagi petani ini menunjukkan perhatian kami untuk ikut mendorong potensi ekonomi lokal," imbuhnya.
Managemen PT DPM bersama masyarakat menanam pohon di Desa Longkotan, Kecamatan Silima Pungga-pungga, Dairi, Kamis (4/6/2026) [DAIRI.WAHANANEWS.CO / dok. PT Dairi Prima Mineral]
Ditambahkan, dalam melaksanakan kegiatan ini, PT Dairi Prima Mineral menggandeng organisasi pemuda yaitu Almas Lintang.
"Pelibatan organisasi pemuda ini menunjukkan semangat perusahaan untuk melakukan kolaborasi dan sinergi dengan setiap lapisan masyarakat di Dairi. Kami percaya dengan kerjasama yang baik akan dapat mewujudkan pembangunan Dairi yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, inisiatif lainnya dari program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Dairi Prima Mineral dalam memajukan perekonomian berbasis potensi ekonomi lokal telah berjalan secara berkelanjutan.
Pada April lalu, PT DPM menginisiasi Demonstration Plot (Demplot) sebagai cikal bakal pionir budidaya ikan air tawar bagi warga desa dekat tambang, sekaligus menggelar pelatihan budidaya perikanan air tawar di Desa Polling Anak-anak.
Sebanyak 13 pemilik kolam ikan mengikuti pelatihan intensif yang mencakup standarisasi kolam, pengujian pH air, pengelolaan pakan, serta praktik budidaya yang mengutamakan kualitas dan keberlanjutan.
Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu meningkatkan produktivitas usaha sekaligus menerapkan tata kelola budidaya yang lebih profesional.
Managemen PT DPM bersama masyarakat menanam pohon di Desa Longkotan, Kecamatan Silima Pungga-pungga, Dairi, Kamis (4/6/2026) [DAIRI.WAHANANEWS.CO / dok. PT Dairi Prima Mineral]
Sejalan dengan upaya tersebut, PT DPM juga menjalankan berbagai program penguatan ekonomi lokal di
sektor agribisnis.
Perusahaan telah merancang program untuk mengoptimalkan potensi unggulan wilayah operasinya yang dikenal sebagai sentra produksi kopi robusta berkualitas tinggi, serta komoditas kakao dan durian.
Dalam pelaksanaannya, PT DPM bersinergi dengan Dinas Pertanian, PPL, pemerintah desa, serta kelompok tani untuk memberikan pelatihan teknis.
Implementasi program ini juga diwujudkan melalui peningkatan kapasitas pertanian di Sopogadong, yang diikuti 47 petani terpilih dari total 200 kandidat program tahun 2026.
“Kami percaya dengan komitmen yang kami miliki serta kerjasama yang erat dengan semua pemangku kepentingan, akan dapat mewujudkan Kabupaten Dairi yang dapat membawa kebaikan bagi generasi yang akan datang. Selain itu, program yang kami jalankan ini menunjukkan bahwa pembangunan pertanian dapat berjalan beriringan dengan industri pertambangan,” tutup Radianto.
[Redaktur: Fernando]