WahanaNews-Pakpak Bharat| Bupati Pakpak, Sumatera Utara, Franc Bernhard Tumanggor berpesan agar semua pihak bisa menahan diri serta bisa menjaga kekondusifan pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak, 7 Desember 2021.
Pesan itu disampaikan Franc pada Rapat Koordinasi (Rakor) pemantapan pelaksanaan Pilkades serentak, yang dilaksanakan di Balai Diklat BKPSDM Cikaok, Kamis (2/11/2021).
Baca Juga:
Sepanjang Libur Lebaran Idulfitri, Pemkab Angkut 8.126 Ton Sampah dari Pulau Harapan
Turut hadir pada acara itu, segenap unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan seluruh Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) se-Kabupaten Pakpak Bharat.
Rakor diawali dengan pemaparan Asisten Pemerintahan Pakpak Bharat Drs H Tekki Angkat, yang menjelaskan tentang teknis dan tahapan pelaksanaan Pilkades.
Dalam arahannya, Franc juga menyinggung adanya pihak-pihak tertentu yang mengatasnamakan bupati, dalam upaya mendulang suara dalam perhelatan itu.
Baca Juga:
Belanja Pakai Uang Palsu, Wanita di Kawasan Kemang Jaksel Diciduk Polisi
"Jaga suasana kondusif selama proses Pilkades ini. Saya tahu ada pihak-pihak yang mencoba mengatasnamakan bupati dalam mencari keuntungan. Saya sampaikan bahwa hal itu tidak benar dan segera hentikan.jangan ada yang mencoba mengatas namakan bupati," tegas Franc.
Franc juga menyampaikan bahwa ajang Pilkades serentak dimaksud seharusnya menjadi momentum yang sangat tepat untuk memarketingkan Pakpak Bharat ke dunia luar.
"Bahwa Pakpak Bharat ini akan senantiasa sejuk, adem, aman dan damai, silahkan datang ke Pakpak Bharat," katanya.
Sementara Kapolres Pakpak Bharat AKBP Rocky H Marpaung, dalam rakor itu berpesan agar seluruh pelaku Pilkades dan para pendukungnya agar senantiasa taat azas yaitu dengan mematuhi legalitas dan aturan yang ada serta menjunjung tinggi nilai integritas.
"Kami selalu memantau setiap permasalahan yang terjadi terutama terkait Pilkades ini," kata Rocky.
"Saya juga menghimbau kepada seluruh pengusaha kedai dan masyarakat umum agar jangan menjual dan mengkonsumsi minuman keras, tuak dan sejenisnya pada H-1 sampai H+1 dari pelaksanaan Pilkades ini. Jangan ada penjualan miras, tuak dan sejenisnya. Ini demi manjaga kekondusipan pesta demokrasi ini," lanjutnya.
Sementara Dandim 0206/Dairi Letkol Arm. Adietya Y Nurtono menegaskan agar seluruh pihak selalu menjaga dan menerapkan aturan protokol kesehatan selama pelaksanaan tahapan nantinya.
"Saat ini kondisi penyebaran covid-19 di Indonesia memang menurun bila dibandingkan dengan beberpa negara lain di dunia. Akan tetapi kita harus tetap menjaga kewaspadaan akan virus mematikan ini," katanya.
Adietya juga menegaskan, khusus kepada prajurit TNI yang ikut berperan dalam ajang pesta demokrasi itu, agar senantiasa menjaga netralitas sebagai anggota TNI dalam menjalankan tugasnya. Membantu pelaksanaan dan pengamanan Pilkades, serta gelar jaring komunikasi yang baik. [gbe]