Menurutnya, metode pertanian yang dilakukan Teddy Tobing sangat menarik karena menggunakan 100 persen pupuk organik, mengingat pupuk organik ini sangat bagus dan sehat untuk tanaman.
"Namun yang menjadi tantangan petani adalah ketika secara konvensional sudah menggunakan pupuk kimia maka ada konversi selama tiga tahun. Tiga tahun akan menurun produksinya, namun jangan takut ditahun ketiga prodiksi akan normal. Dan kita harus menjaga unsur hara dan pH tanah karena rekomendasi Menteri Pertanian bahwa Dairi itu sudah melebihi ambang batas penggunaan pupuk. Serta upaya pendampingan akan terus kita upayakan," katanya.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
Robot juga menyampaikan bahwa metode pertanian yang dilakukan Teddy Tobing juga telah berkontribusi dalam pengendalian inflasi.
"Maka kita mendorong agar pekarangan rumah tangga menanam paling tidak kedua komoditi ini. Kami mengajak agar seluruh kelompok tani aktif dan menjaga ketahanan pangan dan kendalikan inflasi yang saat ini secara khusus Kabupaten Dairi masih stabil," kata Robot.
Dalam kesempatan itu, Teddy memberikan tips pertanian yang telah dikembangkan untuk dapat ditiru petani lainnya.
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
Disampaikannya, petani dapat menghasilkan hasil panen yang baik apabila melakukan pemupukan tepat waktu, tepat dosis, serta senantiasa belajar dan berinovasi.
"Pastikan pH tanah cocok dengan tanaman yang akan ditanam serta perhatikan pemberian pupuk yang tepat waktu dan tepat dosis. Namun kadang yang menjadi kendala adalah harga pupuk yang mahal. Maka dari itu kami petani di Kelurahan Bintang Hulu ini berupaya untuk memanfaatkan pupuk organik walaupun harus dengan ekstra kerja keras. Sehingga komoditi itu dapat berhasil dengan cost yang rendah," kata Teddy.
[Redaktur : Robert Panggabean]