WahanaNews-Dairi | Peternak lebah di Sidiangkat Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, berharap adanya perhatian dari pemerintah.
Perhatian dimaksud berupa bantuan modal maupun pelatihan, sehingga pengelolaan peternakan lebah dimaksud lebih profesional, sehingga pada gilirannya meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Baca Juga:
Survei 2025 Ungkap Gen Z Paling Toleran dan Unggul dalam Literasi Al-Qur’an
Hal itu dikatakan salah seorang peternak lebah, Ahmad Angkat, ditemui WahanaNews, Minggu (15/5/2022).
"Kalau ada modal, juga pelatihan, mungkin pengelolaan akan lebih baik dari kondisi sekarang. Hasil pun akan lebih meningkat," kata Ahmad.
Ahmad yang mengelola sekitar 100 peti peternakan lebah itu menyebut, dengan kondisi pengelolaan seadanya, ia hanya memperoleh hasil rata-rata penjualan madu Rp 10 juta per tahun.
Baca Juga:
Wamen PANRB dan Wamenhub Tinjau Posko Pusat Angkutan Nataru 2026, Pastikan Layanan Publik Tetap Optimal
Harga jual saat ini, Rp 200 ribu per kilogram. Pembeli, biasanya datang sendiri ke lokasi peternakan itu. Ahmad sudah beternak lebah sekitar 2 tahun.
Untuk menambah penghasilan, Ahmad menyebut, di lokasi itu ia juga beternak ikan mas dan nila. [gbe]