DAIRI.WAHANANEWS.CO, Sidikalang - Pertemuan antara Bupati Dairi Vickner Sinaga dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Dairi berlangsung hangat dan penuh makna, menandai langkah awal menuju rencana pelaksanaan konferensi luar biasa menjelang berakhirnya masa kepemimpinan pengurus lama yang dipimpin oleh Jolenta Haloho.
Keterangan Diskominfo Dairi, pertemuan yang digelar di ruang rapat bupati, Selasa (14/4/2026) itu juga dihadiri Asisten Pemerintahan, Agel Siregar, Staf ahli Bupati Ruspal Simarmata, dan Kadis Pendidikan Jaspin Sihombing serta beberapa pengurus PGRI kabupaten dan kecamatan untuk membahas kepengurusan baru 2025-2030.
Baca Juga:
Kesepakatan Damai Berantakan, Iran Tutup Selat Hormuz Usai Israel Gempur Lebanon
Agenda ini tidak sekadar membahas teknis organisasi, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi dunia pendidikan di Kabupaten Dairi.
Dalam sambutannya, Bupati Dairi Vickner Sinaga menekankan pentingnya jiwa kepemimpinan (leadership) yang adaptif dan visioner di kalangan guru, terlebih di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.
“Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pemimpin di ruang kelas dan di tengah masyarakat. Kepemimpinan itu harus mampu menginspirasi, bukan sekadar mengarahkan, Sebagai mitra pemerintah PGRI harus mampu menunjukkan jiwa kepemimpinan itu,” ujar Vickner.
Baca Juga:
Aset Tembus Rp189 Triliun, Hutama Karya Bertahan 3 Tahun di Fortune Southeast Asia 500
Ia menegaskan bahwa konferensi luar biasa yang direncanakan harus menjadi momentum pembaruan, bukan sekadar pergantian struktur organisasi.
Menurutnya, regenerasi kepemimpinan di tubuh PGRI harus melahirkan figur-figur yang memiliki integritas, komitmen, dan keberanian berinovasi.
Lebih lanjut, Vickner juga menyampaikan pesan penting tentang kepemimpinan berbasis keteladanan. Ia menilai bahwa guru memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda, sehingga nilai-nilai kepemimpinan harus tercermin dalam sikap sehari-hari.