Bagaimana kronologis pengeroyokan menimpa Pinjaratan? Petani ini menyebut, dia berjalan dari ladang menuju rumah sepulang meninjau kebun kopi. Di salah satu titik, Pinjaratan bertemu PS dan 3 terlapor. Mereka naik sepeda motor bonceng dua.
Terlapor kemudian menghentikan sepeda motor sembari memarkirkan. Tanpa bicara, Pinjaratan ‘dihajar’.
Baca Juga:
Rokhmat Ardiyan Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Motor Pengembangan Energi Terbarukan di Desa
Menurut Pinjaratan, kepala, dagu, mulut dan punggungnya dipukul pakai tangan. Namun, dia juga dianiaya menggunakan sebatang kayu. Dua giginya copot. Tubuhnya mengalami memar.
Pinjaratan mengutarakan, dia diselamatkan Pardamean Sidabariba, yang juga keluarga dekatnya. Selanjutnya, ia dirawat di Puskesmas Sumbul. Berselang, anggota Polsek Sumbul Togap Banurea datang.
"Saya mohon perhatian Kapolres,” pinta Pinjaratan.
Baca Juga:
Jamaah Haji Kloter 29 KBIHU Multazam Tanjungsari Sumedang Ikuti Ziarah Jeddah dan Umrah Sunnah
Sementara Kapolsek Sumbul, AKP Asian Nainggolan membenarkan, pihaknya menangani kasus dimaksud. Gelar perkara dilakukan, Jumat (8/7/2022) untuk penetapan tersangka.
"Terlapor juga sudah dimintai keterangan. Kalau restorasi justice tidak bisa diterapkan, berkas akan dimajukan ke kejaksaan," kata Asian. [gbe]