DAIRI.WAHANANEWS.CO, Sidikalang - Bupati Dairi, Sumatera Utara, Vickner Sinaga bersama Ketua TP PKK Kabupaten Ny. Rita Puspita Vickner Sinaga menyambangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang, Sabtu (31/1/2026).
Keterangan Diskominfo, bupati menyempatkan diri berbincang dengan dokter jaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sidikalang.
Baca Juga:
Komnas HAM: Industri Nikel Picu ISPA Massal dan Tekan Lingkungan Hidup
Ditemui usai monitoring, bupati menyampaikan kehadirannya guna mengetahui ketersediaan ruangan (occupancy rate) dan memastikan pelayanan di RSUD berjalan dengan baik dan lancar.
Tentu, kata bupati, banyak hal yang harus kita benahi di rumah sakit ini, mulai dari fasilitas kesehatannya, pelayanannya dan juga berbagai hal lain.
"Sesuai indikator perencanaan layanan kesehatan wilayah, dengan jumlah penduduk kita saat ini, idealnya rumah sakit kita memiliki 400 ruang perawatan, dengan rasio 1 tempat tidur per 1.000 penduduk," katanya.
Baca Juga:
KPK Periksa 4 Saksi di Malang, Kasus Pemerasan RPTKA Kemnaker Kian Terkuak
"Ini adalah indikator kecukupan tempat tidur rumah sakit pada tingkat kabupaten, ini juga dipakai oleh WHO dan Kemenkes sebagai alat ukur suatu daerah kekurangan atau kelebihan tempat tidur rumah sakit," lanjutnya.
"Sementara, kita baru memiliki sekitar 146 ruangan di RSUD Sidikalang dan 50 ruangan di RS Serenafita. Idealnya kita harus memiliki 400 ruang rawat. Itu sebabnya kita selalu berkonsultasi dengan pakar-pakar atau tokoh kesehatan, meminta masukan mencarikan solusi. Inilah perjuangan kita disamping pelayanan yang harus kita perlu lebih tingkatkan. Doakan kedepan rumah sakit kita semakin lebih baik," imbuhnya.
Kepada masyarakat, tidak lupa, bupati juga berpesan agar bijak bersosial media, tidak memviralkan sesuatu yang kebenarannya belum jelas.
"Semua ada standar operasional prosedur (SOP) yang harus dipenuhi. Sebagai contoh, Sisrute atau Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi. Dengan sistem ini ambulans tidak dapat diberangkatkan tanpa adanya kepastian rumah sakit penerima melalui Sisrute. Hal tersebut merupakan bagian dari SOP untuk mencegah pasien terlantar di rumah sakit tujuan. Tapi perlahan kita berbenahlah untuk pelayanan yang lebih baik," kata Vickner.
[Redaktur: Fernando]