"Itu sebabnya, kita perlu belajar secara langsung dilapangan tentang metode ini," katanya.
Nurdianto juga menyampaikan, bahwa program DIGITANI ini akan berjalan di 3 desa sentra kopi, seperti Desa Lae hole, Desa Bangun, dan Desa Pegagan Julu III, dengan target 300 orang petani penerima manfaat.
Baca Juga:
Perkuat Infrastruktur Digital, PLN Listriki Data Center Digital Edge Indonesia hingga 2x725 MVA
Pemkab Dairi melalui Sekretraris Bappeda Lasma Samosir bersama Kabid Perkebunan DKPPP Doody S Tumanggor, Kabid IKP Diskominfo Iswan Togatorop, Perwakilan BPBD menyambut baik pelaksanaan Program DIGITANI sebagai salah satu upaya memperkuat ketahanan sektor pertanian di tengah tantangan perubahan iklim.
Lasma berharap program ini menjadi momentum bagi petani untuk menggali ilmu, meningkatkan pengetahuan pertanian dengan pemanfaatn teknologi.
Namun, kata Lasma, program ini tidak berhenti pada wilayah sasaran saat ini saja, tetapi dapat terus berlanjut dan diperluas ke kecamatan serta desa-desa lainnya di Kabupaten Dairi.
Baca Juga:
PLN Mobile Hadirkan Kemudahan Akses SPKLU bagi Pengguna Kendaraan Listrik
“Terimakasih kepada Mercy Corps Indonesia yang telah memilih Kabupaten Dairi sebagai lokasi pelaksanaan program ini. Harapannya, program seperti ini dapat terus berkelanjutan, menjangkau lebih banyak petani, tidak hanya pada komoditas kopi, tetapi juga komoditas pertanian lainnya yang menjadi sumber penghidupan masyarakat Dairi,” kata Lasma.
Selain rencana SLI, sejumlah kegiatan utama juga akan dilaksanakan, seperti pembentukan Komunitas Ketahanan Iklim Berbasis Digital, pelatihan penggunaan Sistem Peringatan Dini Iklim Digital BMKG, pelatihan keamanan digital, pemasaran digital, literasi dan layanan keuangan digital, serta berbagai kegiatan pembelajaran dan berbagi pengetahuan.
Turut hadir dalam kegiatan itu, Camat Parbuluan Landong Napitu dan Kepala Desa Bangun Japirin Sihotang.