Dairi.WahanaNews.co, Sidikalang - Ketua DPC Federasi Advokat Republik Indonesia (FERARI) Dairi, Supri Darsono Silalahi meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, memberhentikan Ketua Panwascam yang diduga pemalsu surat bebas narkoba dengan memakai Kop RSUD Sidikalang.
"Saya meminta oknum Ketua Panwascam berinisial RSB segera diberhentikan, karena telah mencoreng nama baik Bawaslu Dairi," kata Supri, dalam keterangan pers diterima WahanaNews.co, Sabtu (14/10/2023).
Baca Juga:
Perluas Jangkauan Pasar Pertanian,Pemkab Karo Gelar Malam Ramah Tamah Dengan Pemkot Palangkaraya,Perpulungen ARIHTA dan Perkolong - Kolong Ikut Hadir.
Apalagi, sebut Supri, sebelumnya RSB sudah dilaporkan dan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Dairi atas pemalsuan surat bebas narkoba tersebut.
"Oknum Ketua Panwascam ini kan sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polisi dalam kasus ini, seharusnya Bawaslu melakukan tindakan," ujarnya.
Menurut Supri walaupun kasus ini sudah didamaikan, seharusnya proses hukum harus tetap berjalan. Oknum Ketua Panwascam dimaksud juga seharusnya tahu diri dan punya rasa malu.
Baca Juga:
Hashim Djojohadikusumo Resmi Jadi Komut Surge, Hendrik Tee Nahkodai WIFI
"RSB ini seharusnya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Panwascam," tegasnya.
Menurut, Supri kasus pemalsuan surat ini akan berdampak terhadap pelaksanaan Pemilu yang jurdil nantinya.
"Bagaimana Pemilu berlangsung Jurdil, jika pengawas pemilunya saja memiliki kredibilitas yang bobrok, saya khawatir hal ini akan berdampak dengan jalannya. Pemilu yang Jurdil," ujarnya.
Bila Bawaslu tidak menanggapi hal ini, kata Supri, pihaknya akan menyurati Bawaslu RI, agar melakukan evaluasi dan pemeriksaan terhadap oknum Panwascam tersebut.
"Saya akan menyurati Bawaslu RI terkait permasalahan yang dilakukan oknum Panwascam ini," katanya.
Selain itu, sebut Supri, akan menyurati Kapolri, Irwasum Polri agar kasus ini dibuka kembali dan dilanjutkan perkaranya.
"Ini saya lakukan karena saya merasa terpanggil secara moral sebagai warga negara yang baik, demi terciptanya Pemilu yang Jurdil, aman dan damai," ujarnya.
[Redaktur : Tumpal Alfredo Gultom]