DAIRI.WAHANANEWS.CO, Sidikalang - Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Demokrat Hinca Panjaitan menyebut bahwa kini tidak ada lagi tanda-tanda kehebatan najoloi (dahulu) dari kota Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Hal itu diunggahnya di akun facebooknya, Hinca IP Pandjaitan, sebagaimana dilihat WahanaNews.co, Minggu (15/2/2026).
Baca Juga:
Empat Orang Tewas akibat Kecelakaan di Jalan Rusak Pasar Kemis
"Pariwisata Parapat yang sangat tersohor dan mendunia tahun 1980-1990, kini tinggal kenangan?" tulis Hinca mengawali.
Menurutnya, awal tahun 2020 pariwisata Parapat mulai menggeliat lagi, namun bukan sebagai destinasi utama, melainkan hanya sekedar tempat lintas menyebrang ke Samosir.
Anggota Komisi III DPR RI Hinca Panjaitan bersama masyarakat di Parapat [DAIRI.WAHANANEWS.CO / facebook Hinca IP Pandjaitan]
Baca Juga:
Turis Kanada Ditemukan Tewas di Hotel Labuan Bajo, Diduga Bunuh Diri
"Setelah pagi dan siang hari keliling kota Parapat yang sepi, sunyi dan hampir mati, malamnya aku coba kelilingi lagi
lebih parah lagi. Tak ada tanda-tanda kehebatan kota Parapat “najoloi”, kini ia menjadi kampung besar yang kehilangan aura nadi wisatanya dan tidur nyenyak," sebut Hinca.
Karenanya, menurut Hinca, saatnya memulai the new Parapat untuk didiskusikan, dimusyawarahkan, dikolaborasikan.
"Saatnya the new Parapat kita mulai cakap-cakapkan, diskusikan, musyawarahkan, pikirkan, kolaborasikan," tulisnya.
Hinca menyebut, ia telah memutuskan bahwa Maret 2026 akan ada “rapat khusus dengar aspirasi” anggota DPRI RI dengan warga kota Parapat dan Ajibata di kedai kopi simpang tiga pasar bebas Parapat.
"Jika kita, teman dan kawan punya ide dan gagasan bagaimana membangkitan kota pariwisata Parapat menjadi the new Parapat agar memberi kesejahteraan bersama, mari datang dan berbincang," tutup Hinca.
[Redaktur: Robert Panggabean]