Juga hadir undangan dari unsur agama nasrani dan juga Budha juga ada datang dari Desa Pandansari Kabupaten Asahan.
Setelah tokoh agama ustad kami membacakan doa dan tausiahnya, dilanjutkan kemudian pangulu Nagori Bangun melaporkan bahwa pemakaman umum didesanya sudah tak memadai lagi.
Baca Juga:
Bukan Cuma 4 Orang, Investigasi TAUD Ungkap Jaringan Pelaku Penyiraman Andrie Yunus
Dua pemakaman umum untuk muslim, satu untuk nasrani dan satu untuk Budha. Karena itu ia meminta bantuan dari negara melalui wakilnya di DPR, Saya Hinca Panjaitan.
Saya meresponnya dan bagi saya kenduri itu adalah sesuatu yang sangat berkearifan lokal dan saya lakoni jauh sejak kecil di kampung saya di Aek Songsongan Bandar Pulau Asahan.
Bagi saya kenduri bukan sekedar doa. Ia adalah simpul ingatan simpul kasih simpul kebangsaan.
Baca Juga:
Selat Hormuz Ditutup Iran, Usulan Trump Justru Jadi Bahan Ejekan
Duduk bersila di atas tikar bertatapkan langit Sumatera yang teduh ratusan warga menyatukan harap. Tradisi leluhur selalu dirawat. Nilai kebangsaan selalu diteguhkan dan ramadan disambut dengan jiwa yang bersih. Nasionalis, religius.
Ini adalah kepedulian yang membumi. Menghidupkan pemakaman lintas iman menjaga generasi dari bahaya narkoba dan menegaskan bahwa nasionalisme dan religiusitas dapat berjalan beriringan dalam harmoni.
Inilah yang disebut orang yang tak lupa akan akar. Tak lelah merawat rukun dan tak berhenti menanam masa depan.