DAIRI.WAHANANEWS.CO, Sidikalang - Anggota Komisi III DPR RI mengunggah kegiatannya dalam pembentukan relawan leluhur masa depan.
Dilihat WahanaNews.co di akun facebooknya, Kamis (19/3/2026), berikut unggahan dimaksud.
Baca Juga:
Bukan Cuma 4 Orang, Investigasi TAUD Ungkap Jaringan Pelaku Penyiraman Andrie Yunus
Relawan Leluhur Masa Depan adalah sebuah gerakan moral yang kami mulai di Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun.
Tepat 16 Pebruari 2020 atas permintaan sahabat-sahabat kami disana bung Talib dan kawan-kawan, juga pangulu Nagori Bangun bung Aju serta masyarakat.
Untuk mengadakan kenduri menyambut bulan suci Ramadan. Saya mengiyakan sekaligus saya menyebutnya kenduri empat pilar MPR-RI.
Baca Juga:
Selat Hormuz Ditutup Iran, Usulan Trump Justru Jadi Bahan Ejekan
Kami bicara tentang bagaimana kita menghadapi perjalanan hidup kita dari mulai lahir sampai besar berkarya dan kemudian menghadap sang pencipta.
Karena itu biasanya menjelang bulan ramadan kita berdoa, kita berziarah, membersihkan diri, hati dan pikiran untuk menyambut bulan suci itu.
Lebih dari 200 orang hadir dan kami duduk bersila di atas tikar yang dihadiri oleh bapak dan ibu dari kelompok pengajian dan perwiritan dari 6 dusun senagori Bangun.
Juga hadir undangan dari unsur agama nasrani dan juga Budha juga ada datang dari Desa Pandansari Kabupaten Asahan.
Setelah tokoh agama ustad kami membacakan doa dan tausiahnya, dilanjutkan kemudian pangulu Nagori Bangun melaporkan bahwa pemakaman umum didesanya sudah tak memadai lagi.
Dua pemakaman umum untuk muslim, satu untuk nasrani dan satu untuk Budha. Karena itu ia meminta bantuan dari negara melalui wakilnya di DPR, Saya Hinca Panjaitan.
Saya meresponnya dan bagi saya kenduri itu adalah sesuatu yang sangat berkearifan lokal dan saya lakoni jauh sejak kecil di kampung saya di Aek Songsongan Bandar Pulau Asahan.
Bagi saya kenduri bukan sekedar doa. Ia adalah simpul ingatan simpul kasih simpul kebangsaan.
Duduk bersila di atas tikar bertatapkan langit Sumatera yang teduh ratusan warga menyatukan harap. Tradisi leluhur selalu dirawat. Nilai kebangsaan selalu diteguhkan dan ramadan disambut dengan jiwa yang bersih. Nasionalis, religius.
Ini adalah kepedulian yang membumi. Menghidupkan pemakaman lintas iman menjaga generasi dari bahaya narkoba dan menegaskan bahwa nasionalisme dan religiusitas dapat berjalan beriringan dalam harmoni.
Inilah yang disebut orang yang tak lupa akan akar. Tak lelah merawat rukun dan tak berhenti menanam masa depan.
Karena itu bagi saya kenduri adalah kearifan lokal yang sangat mulia dilakukan bersama-sama.
Saya menjelaskan kepada seluruh yang hadir untuk menjawab permintaan Pangulu Nagori Bangun itu.
Saya menyatakan begini. Barang siapa yang menghormati pata leluhurnya dengan sepenuh hatinya sesungguhnya dia sedang mempersiapkan dirinya menjadi leluhur bagi generasi dia berikutnya.
Inilah yang saya sebut dengan relawan leluhur masa depan.
Saya menawarkan kepada hadirin yang hadir, sejak malam hari ini 16 Pebruari 2026 di rumah aspirasi saya disini kita dirikan Relawan Leluhur Masa Depan yang tugasnya adalah kerja sosial merawat membersihkan dan membuat asri pemakaman umum.
Sebab para pemimpin bukan hanya bertanggungjawab bagi warganya yang masih hidup dan sehat tapi juga bertanggungjawab untuk warganya yang telah mendahului menghadap sang pencipta.
Kemudian saya bertanya kepada mereka apakah bapak ibu semua berkenan jika relawan leluhur masa depan ini memgambil peran untuk memperbaiki membersihkan menjadikan pemakaman umum dua pemakaman umum yang untuk muslim, satu untuk nasrani dan satu Budha kita revitalisasi yang saya sebut garden memorial.
Agar semua kita mengingat bahwa sang pendahulu kita di desa ini adalah juga pahlawan-pahlawan desa ini dan mereka layak diperlakukan secara baik.
Sebab ketika masih hidup mereka paling setia membuka desa ini merawat desa ini menjaga desa ini membayar PBB tanahnya sampai akhirnya ia sampai kepada sang pencipta.
Semua mengangkat tangannya dan menyampaikan suaranya setuju dan karena itu kami sepakati untum membuat percontohan pertama di seluruh Indonesia satu desa satu pemakaman umum yang asri dan baik dan memenuhi rasa keadilan sosial kita.
Semoga ini menjadi contoh pertama untuk terus kita rawat terus kita jaga terus kita bikin asri pemakaman umum di desa-desa kita dimanapun berada.
[Redaktur: Fernando]