DAIRI.WAHANANEWS.CO, Sidikalang - Massa yang tergabung dalam Forum Peduli Penegakan Keadilan dan Hukum (FPPKH), berunjukrasa di depan Mapolres Dairi, Sumatera Utara, Senin (13/4/2026).
Pengunjukrasa yang terdiri dari gabungan Ikatan Pemuda Karya (IPK), KNPI, GMNI, HMI, PMII, IPNU dan Pemuda Muhammadiyah itu menilai penegakan hukum di Dairi tebang pilih, mandek dan bobrok, terlebih dalam penanganan kasus narkoba.
Baca Juga:
Dua Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Iran Beberkan Alasannya
Karenanya, mereka meminta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo diminta mencopot Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan, Kasat Narkoba Iptu Marlon Dobik Hutapea dan Kasat Reskrim AKP Wilson Manahan Panjaitan.
Pantauan WahanaNews.co, orator aksi bergantian menyampaikan orasinya. Mereka, Abdi Manullang, Robinson Simbolon, Mansai Siregar, Firman Lingga, Andi Silalahi.
"Kami menduga ada persekongkolan oknum terhadap orang-orang yang menjadi mafia narkoba. Kami minta pengungkapan kasus narkoba harus sampai ke bandarnya. Pemakai, bukan bandar," kata Abdi Manullang.
Baca Juga:
Siap Kerja di Australia? Ini Sektor dengan Peluang Terbesar
"Copot Kapolres, copot Kasat Narkoba, copot Kasat Reskrim!" teriak massa menimpali.
Orator lain kemudian menambahkan, berbagai kasus hukum yang mencuat ke publik terkesan mandek, tidak transparan, dan jauh dari rasa keadilan yang seharusnya ditegakkan tanpa pandang bulu.
Mandeknya proses hukum bukan hanya sekadar persoalan teknis, melainkan menjadi indikator kuat adanya dugaan lemahnya profesionalitas, integritas, bahkan potensi praktik tebang pilih dalam penanganan perkara.