DAIRI.WAHANANEWS.CO, Sidikalang - Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Nciho Kabupaten Dairi, Wahlin Munthe, dipercaya memimpin Perpamsi Sumatera Utara (Sumut) periode 2026-2030.
Wahlin terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengurus Daerah (PD) Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi), dalam Musyawarah Antar Perusahaan Daerah Air Minum Luar Biasa (Mapamdalub) di Medan, Sabtu (20/6/2026).
Baca Juga:
Bupati Karo Lepas 25 Siswa Lolos SMA Unggulan Nasional,Tingkatkan Kwalitas Pendidikan,Jaga Nama Baik Kabupaten Karo
Kepada wartawan usai pemilihan, Wahlin menyebut, forum tertinggi organisasi yang mempertemukan seluruh pimpinan BUMD Air Minum kabupaten dan kota se-Sumut itu berlangsung khidmat dan menjadi penanda dimulainya babak baru koordinasi antar PDAM di Sumut.
Dari Dairi ke panggung provinsi, Wahlin menggantikan Salman Sihotang, yang juga menjabat sebagai Direktur Administrasi & Keuangan Perumda Tirtanadi.
Sementara kursi Sekretaris PD Perpamsi Sumut yang sebelumnya dipegang Wahlin, kini diisi Ikrimah Hamidy, Direktur Bisnis dan Pemasaran Perumda Tirtanadi.
Baca Juga:
Ghalibaf: Selat Hormuz Tak Akan Kembali ke Kondisi Sebelum Perang
Rotasi kepengurusan ini dinilai forum sebagai langkah penyegaran sekaligus penguatan.
Nama Wahlin muncul sebagai konsensus setelah rekam jejaknya dinilai paling representatif untuk menjawab tantangan pelayanan air bersih di Sumut.
Adapun perjalanan Wahlin di sektor air minum bukan hal baru. Pada 2017, ia mulai dipercaya sebagai Penjabat Sementara Direktur PDAM Tirta Nciho Dairi.
Kariernya berlanjut ketika pada 2022 ia lolos seleksi terbuka nasional dan dilantik Bupati Dairi Eddy Kelleng Ate Berutu sebagai Direktur Perumda Air Minum Tirta Nciho untuk periode 2022–2027.
Selama memimpin di Dairi, Wahlin dikenal agresif mendorong ekspansi sambungan rumah baru. Ia juga fokus pada peningkatan kualitas distribusi dan penurunan angka kebocoran air.
Langkah yang paling menonjol adalah kemampuannya melobi pemerintah pusat untuk mengamankan anggaran perbaikan infrastruktur pipa air minum.
Pendekatan langsung ke kementerian dan kegigihannya dalam administrasi proyek membuat Lae Nciho mendapat perhatian lebih dari sebelumnya.
Dedikasi itu membuatnya mendapat dukungan luas, tidak hanya dari jajaran internal BUMD, tetapi juga dari aktivis masyarakat dan generasi muda Dairi yang menilai perubahan pelayanan air terasa nyata.
Usai dilantik, Wahlin langsung menegaskan arah gerak PD Perpamsi Sumut. Ia ingin organisasi ini menjadi wadah yang benar-benar solutif, bukan sekadar forum seremonial.
Tantangan terbesar menurutnya adalah ketimpangan akses air bersih antara wilayah perkotaan dan daerah penyangga di Sumut.
“Akses air bersih yang merata tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri. Butuh sinergi yang lebih ketat antara kota besar dan kabupaten. Perpamsi harus jadi jembatan koordinasi itu,” ujarnya.
Menurut Wahlin, ada tiga fokus strategis yang akan diakselerasi dalam lima tahun ke depan.
Antara lain, mendorong digitalisasi sistem layanan agar keluhan pelanggan bisa ditangani secara real-time.
Sistem informasi terintegrasi diharapkan memangkas birokrasi dan mempercepat respons teknis di lapangan. Kebocoran air dan kehilangan air non-teknis masih menjadi masalah klasik yang menggerus keuangan BUMD air minum. Program pengurangan NRW akan menjadi prioritas agar efisiensi operasional meningkat.
Ia berencana memperkuat koordinasi dengan kementerian pusat dan sektor swasta untuk mendatangkan investasi ke daerah-daerah yang membutuhkan bantuan fiskal.
Skema kerja sama pemerintah dan badan usaha akan didorong agar proyek Sistem Penyediaan Air Minum tidak berhenti di tataran perencanaan.
Dengan pengalaman memimpin di tingkat daerah dan latar belakang sebagai mantan Sekretaris PD Perpamsi Sumut, Wahlin dinilai memahami betul dinamika internal organisasi maupun tantangan teknis di lapangan.
Kombinasi komunikasi organisasi yang kuat dan jejaring ke pusat menjadi modal utama.
Para pimpinan BUMD Air Minum yang hadir dalam MAPAMDALUB sepakat bahwa kepemimpinan Wahlin diharapkan membuat koordinasi antar-PDAM berjalan lebih dinamis dan terintegrasi.
Targetnya jelas, pelayanan air minum yang sehat, merata, dan profesional bagi masyarakat Sumatera Utara.
Langkah awal sudah terlihat. Agenda konsolidasi antar-PDAM dan pemetaan kebutuhan investasi akan digulirkan dalam 100 hari kerja pertama. Jika rencana itu berjalan, era baru pengelolaan air minum di Sumut bukan lagi sekadar wacana.
[Redaktur: Robert Panggabean]