DAIRI.WAHANANEWS.CO, Sidikalang - Ketua Umum (Ketum) Generasi Muda (GM) Pakpak Suak Pegagan, Jhonny Lingga, menanggapi viralnya penambangan emas di Kecamatan Pegagan Hilir, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.
Menurut Jhonny, pemerintah harus mencari solusi untuk kepentingan masyarakat, tidak serta merta langsung menutup penambangan tradisional itu, tanpa ada solusi bagi warga yang memanfaatkan tambang itu sebagai penopang hidup.
Baca Juga:
Sumatera Barat Diguyur Hujan 126 Mm per Hari di Tengah El Nino Kuat, Ini Penjelasan BMKG
"Saya selaku putra daerah dan pemangku hak ulayat, memahami bahwa langkah penertiban yang dilakukan bukanlah sesuatu yang salah. Namun pertanyaan besar di hati saya, apakah hanya dengan menutup dan merazia, ini adalah solusi yang paling baik dan menyelesaikan masalah sampai ke akar-akarnya?" kata Jhonny, di Sidikalang, Senin (3/8/2026).
Jhonny menyebut, beberapa hari belakangan ini, ia melihat berbagai unggahan dan postingan di media sosial baik di facebook, TikTok, IG, soal razia tambang emas di Pegagan Hilir yang dilaksanakan Polres Dairi bersama Pemkab Dairi beberapa hari lalu.
"Katanya jalan menuju kesana sangat sulit, berliku, terjal dan ekstrim. Begitulah sulitnya saudara-saudara kita disana untuk mencari nafkah, terus berjuang melangkah meski jalannya terjal. Setiap hari penuh rintangan. Sekarang, ditutup. Apakah ini solusi yang sudah benar?" tanya Jhonny.
Baca Juga:
Bersiap Cetak Sejarah, Satelit Lampung-1 Meluncur dari Shandong 5 Agustus 2026
Menurutnya, para penambang tradisional disana tidaklah sepenuhnya dapat disalahkan. Mereka pergi ke lokasi yang sulit itu semata-mata hanya demi sesuap nasi, bekerja keras untuk menghidupi istri dan anak-anaknya di rumah.
"Kita juga sama-sama tahu, selama ini keuntungan dari kekayaan alam di daerah ini hanya dinikmati oleh segelintir orang saja, sementara masyarakat yang tinggal di sekitarnya masih banyak hidup dalam kesusahan. Oleh karena itu, sudah saatnya kita mengubah sistem kerjanya sepenuhnya," ujar Jhonny.
Jhonny mengatakan, ia sepenuhnya mendukung agar kegiatan disana dapat dibuka kembali dengan cara yang benar dan teratur, yaitu melalui penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR), dimana tambang itu akan dikelola dengan baik dan murni oleh masyarakat setempat.
"Dengan begini masyarakat bisa bekerja secara aman, tertib, taat aturan, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Kemanfaatannya pun akan merata dirasakan oleh semua, bukan lagi hanya berputar di tangan orang-orang tertentu," kata Jhonny.
Dijelaskan, jika hal itu terlaksana, perekonomian warga sekitar pasti akan semakin maju, terbuka lapangan kerja luas, pendapatan warga terjamin, dan tidak perlu lagi pergi jauh-jauh meninggalkan kampung halaman.
"Sebagai bentuk tanggung jawab bersama, sebagian dari keuntungannya nanti akan disisihkan khusus untuk pembangunan desa, memperbaiki jalan, membangun sarana ibadah, sekolah, air bersih, dan infrastruktur lain yang sangat kita butuhkan," imbuhnya.
Jhonny pun berharap usulan yang menurutnya logis dan masuk akal itu didengar Pemkab Dairi dan seluruh pemangku kepentingan terkait. Sehingga akan memakmurkan warga Pegagan Hilir khususnya dan Kabupaten Dairi pada umumnya, hingga ke anak cucu.
[Redaktur: Fernando]