DAIRI.WAHANANEWS.CO, Sidikalang - Aspirasi yang disampaikan Rawino, ayah dari Dhana Badi Sikhi, akhirnya mendapat respon langsung dari anggota Komisi III DPR RI, Hinca Panjaitan.
Mengutip MEDANTODAY.com, politisi yang membidangi hukum, hak asasi manusia, dan pengawasan aparat penegak hukum itu mendatangi kediaman Rawino untuk mendengarkan langsung kronologi perkara yang menjerat anaknya.
Baca Juga:
Satu Rumah Terbakar di Batangari Dairi
Dalam pertemuan itu, Rawino dan istri memaparkan berbagai kejanggalan yang menurutnya terjadi dalam proses hukum hingga menyebabkan putranya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polsek Medan Barat.
Ia juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap masa depan anaknya yang kini harus berhadapan dengan proses hukum.
Setelah mendengarkan penjelasan keluarga, Hinca Panjaitan menyatakan akan memberikan perhatian serius terhadap perkara itu.
Baca Juga:
Hinca: Tiga Tahun Memperjuangkan Pengamanan Objek Vital Nasional Hingga Masuk UU Polri 2026
Hinca menegaskan bahwa setiap warga yang berhadapan dengan hukum harus mendapatkan perlindungan dan hak-haknya dijamin sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Saya datang untuk mendengar langsung duduk persoalannya. Karena ini menyangkut mencari keadilan maka seluruh proses hukum harus dilakukan secara hati-hati, transparan, dan menjunjung tinggi prinsip keadilan," kata Hinca.
Sebagai bentuk komitmennya, Hinca menyatakan siap mendampingi Dhana Badi Sikhi untuk mendatangi Polsek Medan Barat.
Menurutnya, kehadirannya guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan hukum dan hak-hak tetap terlindungi.
"Dhana akan memperjuangkan keadilan bagi dirinya, dan saya akan ikut mendampingi. Kita ingin memastikan proses hukum berjalan secara objektif, profesional, dan tidak ada upaya kriminalisasi," ujarnya.
Pernyataan Hinca disambut haru oleh Rawino dan keluarganya. Ia mengaku bersyukur karena aspirasinya akhirnya didengar dan mendapat perhatian dari wakil rakyat di tingkat nasional.
"Saya berterima kasih kepada Pak Hinca Panjaitan yang sudah datang langsung ke rumah kami dan mau mendengarkan keluhan kami. Kami hanya berharap anak kami mendapatkan keadilan dan masa depannya tidak hancur karena proses hukum yang kami nilai tidak tepat," kata Rawino.
[Redaktur: Fernando]