"Kalau menurut keterangan BNI di sini, itu adalah wewenang dari wilayah. Karena ini kan, kalau nggak salah KCP (Kantor Cabang Pembantu) ini kan. Bukan cabang malah," tambahnya.
Kendati belum berfungsi, Dedy membantah jika disebut kartu tani tidak efektif.
Baca Juga:
Sepanjang Libur Lebaran Idulfitri, Pemkab Angkut 8.126 Ton Sampah dari Pulau Harapan
"Artinya seperti ini. Kalau seandainya penggunaan infrastrukturnya tersedia, bisa efektif. Infrastrukturnya itu yang hingga saat ini belum maksimal," katanya.
Dedy menyebut bahwa penebusan pupuk dengan kartu tani, telah diujicobakan di Kecamatan Berampu. Ada beberapa yang sukses.
"Di Kecamatan Berampu sudah diujicobakan itu penggunaannya dengan kartu tani di beberapa kios. Diujicobakan penebusan pupuk dengan kartu tani, ada beberapa yang sukses," sebutnya.
Baca Juga:
Belanja Pakai Uang Palsu, Wanita di Kawasan Kemang Jaksel Diciduk Polisi
Dedy menjelaskan, kartu tani yang telah tersalur di Kabupaten Dairi, posisi Januari 2022, berjumlah 43.274 kartu. Yang belum dicetak, 4.156 kartu. [gbe]