Ditemui usai kegiatan, Bupati Dairi menyampaikan, Kabupaten Dairi juga sudah pernah melakukan hal serupa beberapa waktu lalu di kawasan Danau Toba Silalahi tepatnya di hutan lindung Desa Paropo, Kecamatan Silahisabungan.
Waktu itu dilakukan penanaman 10 ribu batang pohon kemiri sebagai upaya penghijauan kembali pasca kebakaran serta banjir bandang menimpa hutan lindung di perbukitan kawasan Danau Toba, beberapa waktu lalu.
Baca Juga:
Tragis di Bogor, 4 Anjing Pemburu Mati dalam Mobil Setelah Tewaskan Bocah 9 Tahun
Perubahan cuaca yang ekstrem baik kekeringan dan musim penghujan yang panjang, serta pembalakan liar yang terjadi di beberapa wilayah merupakan tanda bahwa kita harus bertindak.
"Salah satu langkah penting yang bisa diambil adalah dengan melakukan penghijauan melalui penanaman pohon, seperti yang kita lakukan hari ini. Dalam konteks ketahanan pangan, penghijauan juga memiliki peran yang tidak kalah penting," katanya.
"Dengan menjaga keberlanjutan lahan pertanian dengan supply air yang cukup, kita dapat memastikan pasokan pangan tetap terjaga untuk masyarakat. Dan sebagai kawasan seputaran Danau Toba Mitigasi bencana seperti yang kita lakukan hari ini sangatlah penting," imbuh Vickner.
Baca Juga:
Surat Pindah Alamat FSPTI-KSPSI Dairi Diduga Melanggar Hukum
Rangkaian kegiatan ditutup dengan dialog kebangsaan di Gedung Raja Pontas Lumbantobing, Tarutung, Taput.
Dialog ini menghadirkan para wakil menteri dan Ketua Umum PP Gekira sebagai pembicara yang membahas strategi komprehensif pemulihan pascabencana, upaya pelestarian lingkungan, serta pembangunan berkelanjutan di kawasan rawan bencana.
Para pembicara menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan warga dalam menjaga kelestarian alam.