DAIRI.WAHANANEWS.CO, Sidikalang - Belasan rumah warga di Desa Buluduri dan Desa Lae Parira Kecamatan Lae Parira Kabupaten Dairi, rusak dihantam angin puting beliung, Rabu (15/4/2026) petang.
Kabar itu dibenarkan Kepala Desa Lae Parira, Togar Pane yang dikonfirmasi wartawan melalui sambungan WhatsApp.
Baca Juga:
Menkes Ungkap Anomali BPJS, Masih Ada Orang Kaya Terima Bantuan PBI
"Di Desa Lae Parira, sedikitnya 12 unit hunian masyarakat dan 1 unit bangunan Sekolah Dasar mengalami kerusakan", sebut Togar.
"Infonya, peristiwa juga menyasar rumah warga di Desa Buluduri, namun jumlah bangunan terdampak belum kami ketahui", tambah Pane.
Diterangkan, sore itu, hujan disertai angin kencang melanda wilayah itu menyebabkan atap bangunan beterbangan.
Baca Juga:
FBI-Polri Bongkar Jaringan Phishing Global, Nilai Penipuan Tembus Rp 342 Miliar
Selain itu, tiupan angin juga menyebabkan pohon tumbang dan menimpa salah satu bangunan.
Untuk sementara, pemilik bangunan yang terdampak mengungsi di rumah kerabat terdekat.
Terkait data pemilik bangunan yang terdampak, Kepala Desa Lae Parira mengatakan masih melakukan inventarisasi.
Sementara informasi diperoleh dari Kepala Desa Buluduri, Marihot Lumban Tobing menyebut sebanyak 7 unit rumah rusak termasuk 2 unit tertimpa pohon tumbang terjadi di wilayahnya.
Sore itu, cuaca cukup ekstrim, hujan disertai dentuman petir dan angin berlangsung sekira 1 jam, waktu bersamaan, hujan es juga jatuh dan berserak di permukaan tanah.
Peristiwa itu menerpa permukiman di 4 dusun. Terparah menyasar kediaman keluarga Sonia boru Aritonang di Dusun 1 dan Hasudungan Bakkara di Dusun 4. Kedua hunian tertimpa pohon durian mengakibatkan bagian belakang hancur.
“Saat itu, kedua keluarga lagi di rumah. Beruntung, posisi mereka bukan di dapur. Hempasan batang pohon berukuran besar berikut ranting mengejutkan penghuni rumah”, kata Marihot.
Marihot menyebut, tidak ada korban jiwa. Namun, bencana tersebut menimbulkan kerugian material dan kekhawatiran.
Selain berdampak pada permukiman, akses jalan ke Dusun 4 Lumban Silintong, tertutup total. Lokasi tersebut merupakan tempat tinggal dan sentra pertanian. Pohon tumbang menutup permukaan aspal.
[Redaktur: Fernando]