WahanaNews-Dairi | Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Khoirul Umam mengungkapkan, koalisi Gerindra-PKB terancam bubar jika partai berlambang kepala Burung Garuda itu merapat ke PDI-P.
Pasalnya, PKB memasang target optimal untuk mengusung Muhaimin Iskandar sebagai kontestan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Baca Juga:
PLN Tuntaskan Pemulihan Listrik Flores Pascagempa M7,7, Seluruh Pelanggan Kembali Terlayani
"Kemungkinan bersatunya Gerindra dan PDI-P masih sangat terbuka. Apalagi deklarasi koalisi Gerindra-PKB belum menetapkan nama Cawapres. Artinya, ruang negosiasi masih terbuka," kata Umam pada wartawan, Selasa (6/9/2022), melansir WahanaNews.co.
Ia menuturkan, PKB semestinya bisa mengantisipasi situasi semacam ini dengan mengunci posisi calon wakil presiden saat mendeklarasikan koalisi.
Dengan begitu, Umam melihat deklarasi tersebut sama halnya dengan memberi cek kosong.
Baca Juga:
Dedi Fredi Bancin laporkan oknum kepala dinas ke polres Subulussalam terkait dugaan pemalsuan surat
"Bargaining position-nya dihadapan mitra koalisi rendah dan tidak setara. Ibarat membeli kucing dalam karung, dengan skema koalisi yang ada saat ini, PKB harus siap hati untuk kecewa," jelas dia.
Membuka ruang negosiasi duet Prabowo-Puan
Umam menjelaskan, pertemuan Prabowo-Puan tentu akan membuka kembali ruang negosiasi duet keduanya.