WahanaNews-Dairi | Partukkoan Batak Toba (Parbato), organisasi komunitas suku Batak Toba, resmi dideklarasikan, dirangkai dengan pelantikan Pengurus Besar (PB) periode 2023-2028, di gedung nasional Djauli Manik, Minggu (7/5/2023).
Yel-yel Parbato Horas, Horas, Mauliate, menggema di acara itu. Demikian dengan mars Parbato serta lagu O Tano Batak, dikumandangkan ratusan peserta acara.
Baca Juga:
Kesepakatan Thailand dan Iran Redakan Krisis Pengiriman Energi di Selat Hormuz
Sebelum deklarasi dan pelantikan, acara diawali pawai keliling kota Sidikalang, dilanjut dengan kebaktian singkat dipimpin Pendeta Jingles Pasaribu.
"Harus ada kedamaian, satu hati dan saling melengkapi dan saling membesarkan Parbato, yang didasari kasih Tuhan,” pesan Jingles dalam khotbahnya.
Acara dilanjut dengan pelantikan pengurus Parbato dipimpin Ketua Dewan Penasehat Parbato, Kedaulatan Sihombing, didampingi penasehat lainnya.
Baca Juga:
Bazar Rakyat di Monas Diserbu Warga, 100 Ribu Kupon Belanja dan Ratusan Ribu Makanan Gratis Dibagikan
Adapun pengurus Parbato yang dilantik itu, Ketua Umum David Najogi "Sasta" Tambunan, Sekretaris Daniel Sianturi dan Bendahara Luat Darson Simanulang, serta pengurus lainnya dan pengurus kecamatan.
David Najogi Tambunan dalam sambutannya memaparkan sejarah pendirian Parbato, sekaligus menjelaskan tujuan Parbato.
Disebut, Parbato adalah wadah pemersatu suku Batak Toba, marga dari empat luat (daerah asal) yaitu luat Toba, Humbang, Samosir, Silindung.