WahanaNews-Dairi | Geliat Pemilihan Presiden (Pilpres) sudah mulai menghangat sejak tahun lalu. Beberapa lembaga survey telah mengemukakan hasil survey.
Mayoritas lembaga Survey selama ini menempatkan Ganjar dan Prabowo di urutan pertama dan kedua atau sebaliknya, kemudian Anies Baswedan di urutan ketiga.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
Nasdem pada rakernas lalu sudah mendata nama-nama usulan dari bawah dan mengumumkan bakal calon presiden, Ganjar, Andika Perkasa panglima TNI dan Anies Baswedan.
Sementara Golkar, PAN dan PPP telah sepakat berkoalisi yang namanya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) untuk Pilpres. Belum diputuskan siapa bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden.
Diprediksi, KIB dibentuk untuk posisi tawar dalam hal calon presiden, calon wakil presiden dan bagi-bagi kekuasaan dalam kabinet. Dalam politik hal itu sah saja.
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
Di sisi lain, Gerindra telah sepakat mengusung Prabowo Subianto menjadi bakal calon presiden untuk 2024.
Demikian dikatakan Albert Soekanta, Ketua Umum Relawan Padamu Negeri yang juga Ketua Presidium Kesatuan Buruh Marhaenis, ketika diminta tanggapan dan analisanya tentang Pilres 2024, baru-baru ini.
Relawan padamu negeri adalah relawan Jokowi 2 periode, terdaftar di Kantor Staf Presiden (KSP) no 111 dan terdaftar di Team Kampaye Nasional (TKN).
Terkait Pilpres 2024, Albert Soekanta memberikan beberapa analisa dan pendapat sebagai berikut.
Pertama, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) ada 2 kesimpulan. Kesimpulan pertama, menunggu keputusan PDI Perjuangan mengenai rekomendasi calon presiden, Ganjar atau Puan Maharani.
Jika Puan Maharani didukung oleh PDI Perjuangan maka KIB akan melobi Ganjar Pranowo dan Airlangga menjadi calon wakil Presiden.
Jika keputusan PDI Perjuangan mencalonkan Ganjar Pranowo, maka posisi KIB tetap mengusulkan Airlangga Hartarto menjadi calon presiden atau posisi tawar di kabinet.
Kedua, posisi Ganjar Pranowo dipastikan tetap patuh dan setia terhadap PDI Perjuangan dan keputusan kongres bahwa urusan capres adalah hak preogratif Mega sebagai Ketua Umum.
Andaipun keputusan PDI Perjuangan mendukung Puan Maharani, maka Ganjar akan setia dan tegak lurus terhadap keputusan partai dan keputusan Mega.
Ganjar tidak akan terpengaruh terhadap rayuan jabatan presiden ataupun wakil presiden dari partai lain.
"Karena kita sangat-sangat yakin kesetiaan Ganjar Pranowo terhadap PDI Perjuangan dan ibu Mega yang selama ini telah ikut membesarkan Ganjar Pranowo," kata Albert.
Ketiga, Prabowo dan Gerindra adalah lawan yang kuat bagi PDI Perjuangan. Gerindra maupun PDI Perjuangan menginginkan kompetisi pilpres ini kemungkinan hanya 2 pasang, yaitu calon dari Gerindra dan calon dari PDI Perjuangan. Diprediksi, Nasdem akan ditarik oleh Gerindra ataupun PDI Perjuangan.
Keempat, Nasdem, Demokrat dan PKS yang berkeinginan mencalonkan AHY dan Anies Baswedan sebagai calon presiden dan wakil presiden atau posisi sebaliknya. Peran Demokrat (AHY dan SBY) harus pintar melobi Nasdem dan PKS. Disini diuji kepiawaian lobi SBY dan AHY dalam kancah Pilpres 2024.
Kelima, PDI Perjuangan memiliki segudang kader yang mumpuni dan telah teruji kecintaannya terhadap rakyat dan NKRI. Beberapa analisa pengamat mengatakan di tubuh PDI Perjuangan terjadi pengkotak- kotakan pendukung Ganjar dan Puan Maharani, adalah salah besar.
Setiap warga negara dan setiap kader PDI Perjuangan memiliki hak dicalonkan dan mencalonkan diri menjadi bakal calon presiden ataupun wapres.
Menurut analisa, jika PDI Perjuangan mencalonkan Puan Maharani menjadi calon presiden maka dibutuhkan taktik atau staregi yang luar biasa, tenaga super eksta dan amunisi yang cukup besar dalam operasional pemenangan.
Jika PDI Perjuangan mencalonkan Ganjar Pranowo maka menurut analisa kemungkian besar dapat memenangkan pilpres 2024 walau siapapun calon wakil presidennya.
Lebih menarik jika PDI Perjuangan mencalonkan Ganjar sebagai calon presiden dan Puan Maharani sebagai calon wakil presiden.
Berhembus kabar angin analisa kedai kopi, diprediksi calon presiden dari PDI Perjuangan adalah Ganjar Pranowo atau Puan Maharani. Calon wakil presiden adalah Andika Perkasa atau Erick Tohir atau yg lainnya.
PDI Perjuangan dalam pemilihan calon pada pilres selalu tenang dan dengan analisa yang sangat-sangat matang.
PDI Perjuangan tidak grasak grusuk walaupun tensi pilpres sudah menghangat.
PDI Perjuangan tetap menjalankan aturan partai dan keputusan kongres, memiliki mekanisme tersendiri dan terus menerus berbenah diri untuk persiapan caleg, persiapan pilkada dan pilpres.
PDI Perjuangan meyakini salah satu penentu pilres adalah mendengarkan aspirasi dan keinginan rakyat Indonesia.
Keenam, Jokowi diperkirakan ikut menjadi salah satu penentu siapa calon presiden dan calon presiden sebagai penerus Jokowi. Dimana, Jokowi masih pemegang kendali terhadap relawan pendukungnya sejak 2014 dan 2019.
"Kita sangat-sangat yakin Jokowi setia kepada PDI Perjuangan yang telah punya peran penting membesarkan Jokowi," kata Albert.
Ketujuh, relawan Jokowi yang terdaftar di KSP ada sebanyak 117 organ sejak 2014 dan terdaftar di TKN 2000-an organ di 2019.
Dulunya, kesimpulan sementara relawan Jokowi awalnya sepakat mendukung Ganjar Pranowo.
Tetapi berjalannya waktu, ada perubahan sedikit sejak diadakannya Musyawarah Rakyat (MUSRA) di Bandung tanggal 28 Agustus 2022.
Sebagian kecil relawan Jokowi menginginkan Jokowi 3 periode. Dan diprediksi calonnya adalah Jokowi sebagai calon presiden dan Prabowo sebagai calon wakil presiden.
Di sisi lain, jika UU Pilpres tidak diamandemen, maka ada juga usulan atau skenario lain Prabowo calon presiden dan Jokowi calon wakil presiden.
Sebagian besar relawan Jokowi melihat skenario ini adalah jebakan maut yang diarahkan ke Jokowi dan aromanya berbau oligarki.
Manapun skenario tersebut terlaksana, maka Jokowi telah merusak namanya sendiri. Apalagi jika pilpres 2024 nantinya Jokowi kalah.
Skenario mencalonkan kembali Jokowi sebagai calon presiden ataupun calon wakil presiden, dianggap adalah jebakan maut dan menghancurkan citra Jokowi yang telah dibangun selama ini.
Selama ini rakyat Indonesia ataupun partai politik merasa relawan Jokowi setia 100 persen terhadap Jokowi adalah salah besar.
Relawan Jokowi itu terbentuk dengan sendirinya sebagai akibat kerinduan rakyat Indonesia yang membutuhkan presiden yang baik, benar dan mencintai rakyat Indonesia.
"Pada saat itu kita melihat pemimpin yang dekat dengan rakyat adalah Jokowi.
Artinya relawan yang memilih Jokowi yang dicalonkan oleh PDI Perjuangan. Bukan Jokowi yang memilih dan membentuk relawan," kata Albert.
Relawan yang memilih figur Jokowi dan berjuang memenangkan Jokowi sejak periode pertama dan kedua dengan memakai dana gotong royong sesama pengurus relawan dan rakyat Indonesia.
Dipaham juga sebagian kecil Ketua Umum relawan Jokowi telah diberikan jabatan sebagai balas jasa. Tetapi sebagian besar ketua umum relawan tidak menginginkan jabatan karena berjuang tanpa pamrih dan tulus.
Para ketua umum relawan tersebut menginginkan percepatan pembangunan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.
"Salah satu contoh adalah relawan Padamu Negeri yang benar-benar murni berjuang memakai tenaga sendiri dan dengan dana gotong royong sejak 2014," sebut Albert.
Albert mengatakan, jika PDI Perjuangan memutuskan calon presiden sesuai dengan kemauan relawan dan rakyat Indonesia, maka relawan dan rakyat Indonesia siap memenang calon presiden dan memenangkan PDI Perjuangan pada pemilu dan pilpres 2024.
Jika yang dicalonkan PDI Perjuangan tidak sesuai dengan harapan relawan dan harapan rakyat Indonesia maka dipastikan sebagian besar relawan Jokowi akan "golput" dan sebagian kecil lainnya ada yang kesana kemari dan ikut mendukung karena keterikatan atau mendapatkan imbalan.
Albert Soekanta Ketua Umum Relawan Padamu Negeri yang juga Kader PDI Perjuangan hakkulyakin PDI Perjuangan akan memutuskan calon presiden yang diinginkan oleh relawan dan rakyat Indonesia.
"Politik itu bukan hitam putih. Politik itu adalah sebuah perjuangan merebut kekuasaan untuk kepentingan rakyat dan NKRI," ujar Albert mengakhiri. [gbe]